Wednesday, September 16, 2020

BELAJAR ASYIK DI RUMAH

 

BELAJAR ASYIK DI RUMAH

Hai sobat sehat, mewabahnya Virus Corona yang telah menyerang banyak negara salah satunya Indonesia ini memang memiliki dampak sosial yang sangat luar biasa. Salah satu dampak yang sangat terasa di kalangan masyarakat yakni dengan terbatasnya aktifitas sehari-hari, dimana Pemerintah telah menetapkan himbuan kepada masyarakat luas untuk menjalankan aktifitas di rumah saja sampai batas waktu yang akan ditentukan kemudian. Aktifitas yang dimaksudkan termasuk pada proses pembelajaran siswa sekolah dari tingkat kanak-kanak hingga menengah atas, bahkan sekelas perguruan tingggi proses perkuliahan juga dilakukan dirumah melalui daring atau dalam jaringan atau kata lainnya online.

           Hingga saat ini, korban yang terkonfirmasi positif Covid 19 masih terus bertambah, artinya pandemi belum berakhir. Begitu juga dengan himbauan pemerintah, masih terus mengalami perubahan pada perpanjangan waktu untuk tetap belajar dirumah.

          Sebagian siswa, begitu juga orang tua telah banyak sekali mengeluh jenuh dan bosan dengan aktifitas yang dinilai terbatas tersebut. Tak sedikit juga siswa mulai merasakan penurunan semangat belajar hingga stress.

          Rasa malas yang dirasakan siswa dapat muncul karena disebabkan beberapa faktor, diantaranya adalah :

1. Aktifitas yang monoton

Belajar di rumah saja memang akan terasa menjenuhkan. Jika biasanya mereka belajar di sekolah denga beragam kegiatan, maka selama belajar di rumah ini, setiap siswa atau anak hanya akan melakukan rutinitas yang sama setiap harinya. Akibatnya, semakin hari si anak akan mulai mengalami penurunan semangat belajar.

Terkadang, rasa malas muncul ketika Anda merasa tidak melakukan sesuatu yang Anda sukai.

2Kesepian

Saat sebelum pandemi, ketika mereka belajar di sekolah, si anak akan bertemu dengan teman-temannya. Siswa akan merasa senang karena dengan bertemu dengan teman-teman sekolahnya, mereka dapat melakukan kegiatan Bersama-sama, mulai dari mengerjakan tugas, bertukar cerita, pergi bermain dan lain sebagainya.

Namun, selama pandemi, si anak harus melakukan berbagai aktifitasnya dirumah. Belum lagi adanya pembatasan diri untuk menghindari kerumunan atau berjaga jarak (physical distancing) pastinya menambah kejenuhan bagi setiap anak. Si anak akan merasa tidak memiliki teman belajar, sehingga lama kelamaan akan muncul rasa malas untuk belajar kembali.

 

3. Meyakini Bahwa Semua Hal Bisa Ditunda

Begitu pula saat kita menunda pekerjaan, ada harga yang harus kita bayar lebih mahal. Kita pun tahu bahwa waktu dalam sehari terbatas. Dalam 24 jam, kita mungkin memiliki 5-6 jam untuk menyelesaikan tugas penting dan sisanya kita bebas melakukan apa saja.

Nah, disebabkan lebih banyaknya waktu luang untuk bersantai, kita jadi berpikir bahwa tugas saat ini bisa digantikan dengan waktu luang nantinya.

Namun sering kali rencana kita mengerjakan tugas di waktu luang pun mendapatkan halangan. Dan akhirnya tugas tersebut ditunda lagi untuk keesokan harinya.

Penundaan seperti ini membuat segalanya menjadi lebih sulit. Maka jika kita memiliki waktu untu k mengerjakannya sekarang, kerjakan saja!

4. Kurangnya Rasa Tanggung Jawab

urangnya rasa tanggung jawab cenderung membuat seseorang menjadi tidak disiplin. Namun ada hal yang paling umum sebagai penyebab seseorang menjadi kurang bertanggung jawab.

Pertama, karena sesuatu yang akan di kerjakan terlalu berat. Kedua, karena seseorang merasa sudah cukup pintar, cukup hebat atau cukup kaya

3. Minimnya Fasilitas Belajar Dirumah

Pemerintah memberikan arahan proses belajar mengajar tetap dapat berlangsung dengan cara daring atau online. Para guru akan memberikan tugas atau materi melalui sebuah aplikasi yang dapat diakses oleh siswa. Artinya, antara siswa dan guru harus memiliki fasilitas yang diperlukan seperti Wi-Fi ataupun Kuota Internet yang tersambung di smartphone.

Namun perlu diketahui Bersama, tidak semua siswa yang memiliki fasilitas tersebut. Minimnya ekonomi keluarga juga menjadi faktor dari minimnya fasilitas yang menunjang proses belajar di rumah. Bahkan tak sedikit, keluarga siswa yang harus kehilangan penghasilan yang diakibatkan adanya pandemic Covid 19 ini, sehingga mereka juga harus sangat jeli dalam mengatur pengeluaran keuangan. Hal-hal seperti inilah yang akhirnya juga berdampak pada semangat belajar siswa, ketika si anak merasa fasilitas belajar kurang mencukupi maka ia akan merasakan menemukan kendala dan malas untuk melanjutkan proses belajarnya.

          Jika siswa telah mengalami penurunan semangat belajar bahkan hingga stress, maka akan sangat tidak baik bagi kesehatan si anak. Maka sedari sekarang, si anak harus diajari untuk menjaga pola belajar dirumah yang sehat, agar tetap semangat unttuk belajar, menghindari kejenuhan dan menimalisir terjadinya stress.

 

Berikut beberapa tips tentang belajar dirumah yang sehat selama Pandemi Covid 19, yaitu :

1. Tanamkan Motivasi Yang Kuat

Belajar dari rumah memang terkesan menjadi beban bagi sebagian anak, baik karena alasan jenuh, lebih enak belajar di sekolah atau lain sebagainya, namun proses belajar dari rumah masih harus dilalui selama pandemi ini masih belum dinyatakan berakhir.

Agar semangat belajar tetap terus ada, maka setiap anak harus memiliki motivasi yang kuat, tidak menjadikan aktifitas tersebut menjadi beban. Siswa dapat diajarkan untuk menamkan fikiran positif “jika ingin kembali belajar di sekolah, maka saat ini harus bersabar untuk belajar dirumah, tetap semangat, agar rantai penyebaran virus corona dapat terputus dan wabah corona segera hilang” atau mungkin dengan motivasi positif lainnya.

2. Mengkondisikan Tempat Belajar yang Aman dan Nyaman

Jika motivasi dalam diri telah kuat, maka si anak harus dapat menjaga mood belajar tetap membaik. Caranya dengan mengkondisikan tempat atau suasana belajar yang aman dan nyaman. Suasana yang nyaman dalam belajar setiap anak bisa saja berbeda, ada sebagian anak yang dapat belajar harus ditempat yang sunyi dan sepi, namun tak sedikit pula beberapa siswa yang suka belajar dengan adanya iringan music yang lembut. Semua itu dapat diatur sesuai kebiasaan belajar si anak.

Suasana yang nyaman juga mencakup tentang kerapihan dan kebersihan tempat belajar. Usahakan meja belajar dan lingkungan sekitar selalu bersih, buku-buku dan alat tulis tertata rapi. Karena itu akan sangat menambah semangat belajar dan menjaga kestabilan mood belajar, apabila meja belajar selalu berantakan dan ketika ditengah proses belajar sedang membutuhkan sesuatu yang ternyata tidak mudah ditemukan maka sangat mempengaruhi prose belajar selanjtunya, akhirnya bisa menghancurkan mood. Apabila mood belajar telah rusak, maka si anak akan malas unuk melanjutkan belajar.

3. Membuat Jadwal Belajar Harian

Jika si anak merasa jenuh dengan aktifitas yang monoton selama belajar di rumah, maka si anak dapat disarankan untuk membuat jadwal belajar harian. Kegiatan yang dijadwalkan bisa menyesuaikan tugas-tugas yang diberikan oleh guru atau sesuai dengan kemampuan siswa.

Dalam membuat jadwal atau schedule, harus tetap memperhatikan durasi belajar agar tidak menimbulkan keletihan. Lama waktu belajar boleh disamakan dengan jam sekolah seperti biasanya, misalnya dimulai dari jam 08.00 sampai dengan jam 13.00. Dari keseluruhan waktu tersebut, masih harus dibagi lagi dengan berbagai kegiatan, termasuk juga menyelipkan waktu istirahat.

Contoh Jadwal Belajar

08.00 – 09.00 : Matematika

09.00 – 10.00 : Bahasa Indonesia

10.00 – 10.30 : Istirahat

10.30 – 11.30 : Seni

11.30 – 12.30 : Agama

Dan seterusnya

Dengan adanya jadwal seperti ini, selain siswa dapat belajar secara fokus, siswa juga memiliki kegiatan beragam dalam satu hari dan pastinya berinovasi setiap harinya. Sehingga siswa tidak akan menemukan aktifitas yang menjenuhkan atau monoton.

4Jangan Malu Bertanya

Selama melakukan proses belajar, tidak menuntut kemungkinan siswa akan mendapati kesulitas tentang tugas atau materi yang sedang dikerjakan. Jika di sekolah siswa akan melakukan tukar fikiran kepada rekannya atau bertanya pad gurunya, maka selama dirumah siswa juga diharapkan tetap aktif berkomunikasi dengan guru dan rekan sekolah melalui alat komunikasi. Atau siswa jika dapat meminta bantuan kepada keluarga yang dirasa mampu untuk membantunya. Sehingga, proses belajar si anak dirumah dapat tetap berjalan dengan baik.

Kesulitan yang dialami si anak dalam menyelesaikan tugas atau memahami sebuah materi seringkali juga memicu rusaknya mood belajar. Ketika mereka menemukan kendala yang terselesaikan, seringkali membuat si anak menyerah dan malas untuk kembali belajar. Bahkan tak sedikit pula yang merasa stress akibat tugas yang susah dikerjakan. Hal ini akan sangat berdampak pada kesehatan mental siswa.

Untuk itu, siswa diharapkan tidak malu untuk bertanya kepada orang yang dianggapnya mampu memecahkan kesulitan yang dihadapi. Atau siswa juga dapat berinovasi mencari media-media yang dapat digunakan untuknya belajar, misalnya mencari referensi-referensi tugas di internet dan lain sebagainya.

5Tetap Menjaga Kesehatan Selama Belajar

Runtutan tugas yang semakin hari semakin banyak, terkadang membuat si anak harus belajar lebih ekstra dengan melebihi waktu atau jadwal yang telah dibuat. Demi mengejar dateline terkadang siswa juga mengabaikan waktu istirahat selama belajar.

Padahal siswa juga harus tetap menjaga kesehatan selama belajar dirumah, dengan cara mengatur pola duduk yang benar saat menulis atau membaca, sering melakukan senam peragangan sederhana disela-sela belajar agar tidak mengalami kram pada bagian anggota tubuh.

Selain itu, rutin minum air putih agar tidak dehidrasi juga penting dilakukan. Si anak juga diperbolehkan untuk mengkonsumsi jajanan ringan atau camilan selama belajar. Hal ini sangat membantu dalam menjaga konsentrasi si anak.

Sobat sehat, semua ini memang harus kita hadapi. Semua demi kebaikan dan kesehatan bersama. Pemerintah telah berupaya untuk membuat kebijakan dalam memutus rantai penyebaran virus corona di Indonesia, maka sebagai masyarakat yang patuh kita harus saling bergotong royong melawan virus corona dengan cara mendukung dan mengikuti anjuran. Tetap jaga kesehatan dan di rumah saja. (Humas)

 

 

 

 

·         Ada tips yang bisa kamu lakukan untuk melawan hal tersebut. Tips ini juga bisa dipakai untuk tugas-tugasmu lainnya juga yang dikerjakan secara “online”.

 

1.      Kondisikan Seperti di Sekolah atau Kampus

 Kondisikan suasana belajar seperti disekolah atau kampus. Tegas terhadap diri sendiri. Untuk belajar, kamu bisa pilih waktu yang tepat serta tempat yang nyaman. Sehingga kamu bisa mengerjakan dengan baik. Usahakan kamu tetap bagun pagi dan mandi pagi. Karena jika tidak mandi akan berpengaruh pada mood kamu untuk belajar.

2.      Jaga Manajemen Waktu

 Atur waktu belajar dengan teratur. Kerjakan dengan fokus tugas yang dibebankan guru atau dosen.

 Bagi orang-orang yang belum terbiasa belajar mandiri, biasanya akan mengerjakan tugas-tugas sekolah atau kuliah di menit-menit terakhir tenggat waktu yang ditetapkan. Oleh sebab itu, membiasakan diri untuk belajar dan mengerjakan tugas di awal waktu adalah keterampilan yang mesti ditanamkan kepada siswa yang melakukan remote learning.

3.      Belajar dengan Serius

 Kesalahan yang sering dilakukan siswa, sebagaimana dilansir dari Psychology Today adalah tidak fokus ketika melakukan remote learning. 

Selama melakukan pembelajaran di rumah, terdapat banyak sekali ‘gangguan’ yang mengganggu proses pembelajaran. Godaan untuk menonton video, mengakses media sosial, hingga membaca-baca konten berita. 

 Oleh sebab itu, penting bagi siswa untuk berusaha fokus dan konsisten selama waktu belajar yang ditetapkan. Hindari segala macam gangguan. Jika memungkinkan, sediakan ruang khusus untuk belajar dan menjauhkan diri dari gangguan anggota keluarga yang lain.

 

4.      Diskusi

 Belajar di rumah itu perlu diskusi agar mendapatkan apa yang dicari. Diskusi bersama teman-teman secara online. Baik dari chat hingga video call. Selain itu berdiskusi juga dapat menghilangkan rasa bosan.

 

 

Berikut tips-tips lain membuat suasana belajar dari rumah tetap menyenangkan

1.    Sediakan tempat yang nyaman untuk belajar

Lihat Foto Banyak orang jadi kreatif menyulap ruangan di rumah jadi meja kerja selama kebijakan work from home.(CNN) Banyak dari kita memilih belajar sambil rebahan di kasur. Rebahan di kasur memang nyaman, tetapi nyaman untuk beristirahat. Belajar sambil rebahan di kasur bisa membuat badan pegal dan konsentrasimu buyar. Kamu juga bisa malah tertidur saat belajar sambil rebahan. Pilihlah tempat duduk untuk belajar. Usahakan tempat duduk memiliki sandaran dan busa yang nyaman untuk duduk. Selain itu, sediakan meja yang posisinya tak terlalu rendah dan tinggi dari posisi dudukmu.

2.  Sediakan alat-alat yang digunakan untuk belajar

Jika kamu terbiasa meminjam alat-alat untuk belajar kepada teman, saat ini siapkanlah sendiri alat-alat tersebut. Alat-alat yang mendukung belajar bisa membuatmu mudah untuk belajar. Jangan sampai alat-alat untuk belajar ini tak kamu perhatikan sehingga bisa mengganggumu saat belajar.

3.    Pastikan koneksi internet baik

Untuk menyiapkan segala materi pembelajaranmu, hal lain yang mesti diperhatikan saat belajar dari rumah adalah koneksi internet. Koneksi internet yang baik akan memudahkanmu untuk tetap terhubung dengan guru maupun dosen saat belajar dari rumah. Kamu tak harus memasang jaringan internet di rumahmu. Kamu bisa menggunakan jaringan internet lewat handphonemu. Pastikan juga provider teleponmu menjangkau daerah tempat tinggalmu.

4.    Sediakan camilan

 Kegiatan belajar tentunya akan membuat tenaga terkuras. Meskipun secara fisik tak banyak bergerak, tetapi belajar menguras tenaga karena berpikir. Supaya tetap semangat dan tak lelah saat belajar, sediakanlah camilan secukupnya. Siapkan camilan seperti kacang-kacangan, buah-buahan, dan camilan berkalori tinggi lainnya.

5.    Jauhkan benda yang membuatmu kurang fokus

Belajar di rumah pasti tak akan luput dari gangguan-gangguan yang membuatmu kurang fokus. Gangguan bisa datang dari televisi, mainan, maupun smartphone. Rumah memang sejatinya adalah tempat untuk tenang dan beristirahat sehingga bisa mengganggumu untuk fokus belajar. Saat ini, kurangilah akses ke kegiatan-kegiatan yang bisa mengganggumu belajar di rumah.

6.    Pastikan ruanganmu punya pencahayaan maksimal

Supaya mata dan kepalamu tak pusing, perhatikan pencahayaan di tempatmu belajar. Jangan sampai ruanganmu minim pencahayaan karena bisa membuat matamu rusak dan kepalamu pusing. Selain itu, belajar di tempat yang redup atau cenderung gelap akan membuatmu malas. Matamu akan bekerja keras untuk melihat sehingga lama kelamaan akan membuat mata cepat letih dan mengantuk lebih cepat.

 

No comments:

Post a Comment

1.3 KONEKSI ANTAR MATERI (REFLEKSI DAN PEMAHAMAN KETERKAITAN MODUL 1.1, MODUL 1.2 DAN MODUL 1.3)

  Peran pendidik adalah menuntun murid dalam mengembangkan potensi terbaik untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya bai...