Nama : Hikmah Putri Permatasari
Kelas : 9G
Remaja
Genre Remaja Anti NAPZA!
Siapa sih yang tidak tahu dengan kata NAPZA? Tentunya kita semua sudah tidak asing lagi dengan kata NAPZA. Ya, memang semua orang sudah tahu dengan kata NAPZA. Tetapi, belum tentu semua orang tahu pengertian, dampak, dan bahayanya NAPZA. Perlu diketahui, NAPZA merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif. Secara garis besar, ketiga istilah tersebut mengacu pada sekelompok senyawa yang jika dikonsumsi dapat menyebabkan kecanduan atau ketergantungan.
Perundang-undangan Republik
Indonesia nomor 22 tahun 1997 menjelaskan bahwa, Narkotika adalah zat atau obat
yang berasal dari tanaman ataupun zat, baik sintetis maupun semi sintesis yang
dapat menurunkan kesadaran seseorang, rasa nyeri, fungsi otak, dan bersifat
candu. psikotropika adalah zat atau obat yang merubah fungsi otak, juga
merangsang pusat syaraf yang membuat penggunanya menjadi halusinasi, perubahan
pola pikir, perubahan pada perilaku, dan menyebabkan penggunanya kecanduan.
Sedangkan zat adiktif, adalah zat aktif yang apabila dikonsumsi bisa
menimbulkan efek kecanduan atau ketergantungan yang sangat sulit dihentikan.
Contohnya pengguna rokok. Seseorang yang mulai menggunakan rokok, dia akan
sulit berhenti menggunakannya . Karena di dalam kandungan rokok, terdapat
nikotin yang sangat tinggi. Sedangkan, nikotin merupakan salah satu dari zat
adiktif. Hal itulah yang menyebabkan seseorang kecanduan akan rokok.
Dampak berbahaya dari
penyalahgunaan NAPZA adalah rusaknya otak, yang kemungkinan besar bisa menjadi
rusak permanen. Adapun dampak yang sangat menonjol pada penyalahguna NAPZA
adalah suasana hati yang selalu berubah-ubah, gangguan perilaku, menurunnya
kesadaran, memori, kontrol diri, dan perubahan sisi emosional.
Selain diharamkan oleh semua
agama Indonesia, NAPZA juga banyak dilarang oleh pemerintah di dunia maupun di
Indonesia meskipun ada beberapa negara yang sudah melegalkan NAPZA, tetapi
tidak sedikit dari negara di dunia yang menganggap bahwa NAPZA dan penggunaannya ilegal. Berdasarkan hasil
survei yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Lembaga Ilmu
Pengetahuan Indonesia (LIPI), angka penyalahgunaan NAPZA di Indonesia mencapai
3.419.188 orang di tahun 2021. Terdapat penduduk Indonesia yang berumur 15
hingga 65 tahun diketahui terpapar menggunakan NAPZA. Dari hasil survei
tersebut, sebanyak 27 persen dari pengguna NAPZA adalah pelajar dan mahasiswa.
Komisioner KPAI Divisi Monitoring
dan Evaluasi mengungkapkan, bahwa sebanyak 82,4% remaja yang terjerat kasus
penyalahgunaan NAPZA adalah sebagai pemakai, 47,1% berperan sebagai pengedar,
dan 31,4% lainnya sebagai kurir.
Mengapa banyak remaja yang
terjerat kasus penyalahgunaan NAPZA? Hal ini karena pada usia-usia produktif
seperti ini remaja memiliki rasa keingintahuan yang tinggi kepada hal yang
belum diketahuinya, termasuk NAPZA. sehingga pada akhirnya banyak remaja yang
ingin mencoba melakukan hal yang membuatnya penasaran.
Remaja yang berpotensi terjerumus pada
penyalahgunaan NAPZA adalah remaja yang mengalami Broken Home. Perlu dipahami broken home adalah istilah yang digunakan ketika
keluarga tidak lagi harmonis. Ketidakharmonisan keluarga bisa saja seperti pertengkaran
oleh orang tua yang mengakibatkan perceraian. Tidak hanya perceraian, seorang
remaja bisa saja dikatakan mengalami broken
home saat mempunyai orang tua yang tidak memiliki kasih sayang
kepada remaja atau membenci remaja tersebut. Hal ini menyebabkan remaja menjadi
tidak terurus dan pada akhirnya remaja terjerumus pada pergaulan yang bebas
lalu menyalahgunakan NAPZA.
Beberapa cara yang bisa kita
lakukan agar tidak terjerumus pada penyalahgunaan NAPZA yaitu, kita harus
cerdas dalam memilih teman. Pilihlah teman yang baik dan berperilaku positif.
Selain itu, pikirkan dampak dari penyalahgunaan NAPZA, bukan hanya dampak
jangka pendek, tetapi juga dampak jangka panjang ke depannya, dengarkan nasihat
dari orang tua, dekatkan diri kepada Tuhan YME, bercerita kepada orang terdekat
yang dapat dipercaya apabila memiliki masalah. Jangan memendamnya sendiri,
mengelola stres dengan baik, melakukan hobi yang digemari, dan melakukan
aktivitas yang positif.
Perlu diingat lagi, bahwa NAPZA
memiliki dampak yang sangat negatif bagi kesehatan jiwa, fisik, dan mental.
Oleh karena itu kita harus menjauhkan diri dari penyalahgunaan NAPZA. Jika
memiliki masalah hendaknya bercerita kepada seseorang, entah itu kepada
orang terdekat yang dipercaya ataupun
berkonsultasi ke psikolog. Pada usia-usia produktif seperti ini, kita
seharusnya bangga dan bersyukur kepada Tuhan YME. karena bisa melawan hawa
nafsu dan keingintahuan yang sangat tinggi di zaman sekarang. Sedikit pesan
dari artikel ini, jangan pernah mencoba NAPZA. Sekali kalian mencoba, kalian
akan sengsara. Maka, selalu ingatlah dampak negatif NAPZA, dan jauhilah NAPZA!
Remaja Genre remaja anti NAPZA!
No comments:
Post a Comment