Sunday, October 31, 2021

 

Nama : Hikmah Putri Permatasari

Kelas : 9G

 

Remaja Genre Remaja Anti NAPZA!

Siapa sih yang tidak tahu dengan kata NAPZA? Tentunya kita semua sudah tidak asing lagi dengan kata NAPZA. Ya, memang semua orang sudah tahu dengan kata NAPZA. Tetapi, belum tentu semua orang tahu pengertian, dampak, dan bahayanya NAPZA. Perlu diketahui, NAPZA merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif. Secara garis besar, ketiga istilah tersebut mengacu pada sekelompok senyawa yang jika dikonsumsi dapat menyebabkan kecanduan atau ketergantungan. 

Perundang-undangan Republik Indonesia nomor 22 tahun 1997 menjelaskan bahwa, Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman ataupun zat, baik sintetis maupun semi sintesis yang dapat menurunkan kesadaran seseorang, rasa nyeri, fungsi otak, dan bersifat candu. psikotropika adalah zat atau obat yang merubah fungsi otak, juga merangsang pusat syaraf yang membuat penggunanya menjadi halusinasi, perubahan pola pikir, perubahan pada perilaku, dan menyebabkan penggunanya kecanduan. Sedangkan zat adiktif, adalah zat aktif yang apabila dikonsumsi bisa menimbulkan efek kecanduan atau ketergantungan yang sangat sulit dihentikan. Contohnya pengguna rokok. Seseorang yang mulai menggunakan rokok, dia akan sulit berhenti menggunakannya . Karena di dalam kandungan rokok, terdapat nikotin yang sangat tinggi. Sedangkan, nikotin merupakan salah satu dari zat adiktif. Hal itulah yang menyebabkan seseorang kecanduan akan rokok.

Dampak berbahaya dari penyalahgunaan NAPZA adalah rusaknya otak, yang kemungkinan besar bisa menjadi rusak permanen. Adapun dampak yang sangat menonjol pada penyalahguna NAPZA adalah suasana hati yang selalu berubah-ubah, gangguan perilaku, menurunnya kesadaran, memori, kontrol diri, dan perubahan sisi emosional. 

Selain diharamkan oleh semua agama Indonesia, NAPZA juga banyak dilarang oleh pemerintah di dunia maupun di Indonesia meskipun ada beberapa negara yang sudah melegalkan NAPZA, tetapi tidak sedikit dari negara di dunia yang menganggap bahwa NAPZA  dan penggunaannya ilegal. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), angka penyalahgunaan NAPZA di Indonesia mencapai 3.419.188 orang di tahun 2021. Terdapat penduduk Indonesia yang berumur 15 hingga 65 tahun diketahui terpapar menggunakan NAPZA. Dari hasil survei tersebut, sebanyak 27 persen dari pengguna NAPZA adalah pelajar dan mahasiswa. 

Komisioner KPAI Divisi Monitoring dan Evaluasi mengungkapkan, bahwa sebanyak 82,4% remaja yang terjerat kasus penyalahgunaan NAPZA adalah sebagai pemakai, 47,1% berperan sebagai pengedar, dan 31,4% lainnya sebagai kurir. 

Mengapa banyak remaja yang terjerat kasus penyalahgunaan NAPZA? Hal ini karena pada usia-usia produktif seperti ini remaja memiliki rasa keingintahuan yang tinggi kepada hal yang belum diketahuinya, termasuk NAPZA. sehingga pada akhirnya banyak remaja yang ingin mencoba melakukan hal yang membuatnya penasaran.

 Remaja yang berpotensi terjerumus pada penyalahgunaan NAPZA adalah remaja yang mengalami Broken Home. Perlu dipahami broken home adalah istilah yang digunakan ketika keluarga tidak lagi harmonis. Ketidakharmonisan keluarga bisa saja seperti pertengkaran oleh orang tua yang mengakibatkan perceraian. Tidak hanya perceraian, seorang remaja bisa saja dikatakan mengalami broken home saat mempunyai orang tua yang tidak memiliki kasih sayang kepada remaja atau membenci remaja tersebut. Hal ini menyebabkan remaja menjadi tidak terurus dan pada akhirnya remaja terjerumus pada pergaulan yang bebas lalu menyalahgunakan NAPZA.

Beberapa cara yang bisa kita lakukan agar tidak terjerumus pada penyalahgunaan NAPZA yaitu, kita harus cerdas dalam memilih teman. Pilihlah teman yang baik dan berperilaku positif. Selain itu, pikirkan dampak dari penyalahgunaan NAPZA, bukan hanya dampak jangka pendek, tetapi juga dampak jangka panjang ke depannya, dengarkan nasihat dari orang tua, dekatkan diri kepada Tuhan YME, bercerita kepada orang terdekat yang dapat dipercaya apabila memiliki masalah. Jangan memendamnya sendiri, mengelola stres dengan baik, melakukan hobi yang digemari, dan melakukan aktivitas yang positif.

Perlu diingat lagi, bahwa NAPZA memiliki dampak yang sangat negatif bagi kesehatan jiwa, fisik, dan mental. Oleh karena itu kita harus menjauhkan diri dari penyalahgunaan NAPZA. Jika memiliki masalah hendaknya bercerita kepada seseorang, entah itu kepada orang  terdekat yang dipercaya ataupun berkonsultasi ke psikolog. Pada usia-usia produktif seperti ini, kita seharusnya bangga dan bersyukur kepada Tuhan YME. karena bisa melawan hawa nafsu dan keingintahuan yang sangat tinggi di zaman sekarang. Sedikit pesan dari artikel ini, jangan pernah mencoba NAPZA. Sekali kalian mencoba, kalian akan sengsara. Maka, selalu ingatlah dampak negatif NAPZA, dan jauhilah NAPZA! Remaja Genre remaja anti NAPZA!

 

 

No comments:

Post a Comment

1.3 KONEKSI ANTAR MATERI (REFLEKSI DAN PEMAHAMAN KETERKAITAN MODUL 1.1, MODUL 1.2 DAN MODUL 1.3)

  Peran pendidik adalah menuntun murid dalam mengembangkan potensi terbaik untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya bai...