BAHAGIA ITU SEDERHANA
Kebahagiaan atau kegembiraan adalah
suatu keadaan pikiran atau perasaan yang ditandai dengan kecukupan hingga kesenangan, cinta,
kepuasan, kenikmatan, atau kegembiraan. Sumber Kebahagiaan itu letaknya bukan
di luar tapi ada pada diri kita sendiri (misalnya kita bebas dari tugas deadline,
bebas dari masa lalu (bisa moveon) bisa apaun yg kita mau atau pergi kemanapun
yg kita tuju)
1. Bahagia itu Berbagi Cerita Bersama Teman
Mempunyai teman yang mendukung dan akrab dengan kamu
bisa jadi anugrah paling indah yang ada di hidupmu. Kamu bisa menangis,
tertawa, bercanda, dan riang bersama. Momen-momen bersama mereka sering kali
kamu abadikan dalam foto dan video.
Kamu bisa dekat dengan seseorang yang mengerti kamu
dan memahami serta menerima kamu apa adanya. Rasanya, tak ada kebahagiaan lain
yang bisa diungkapkan jika sudah bersama kawan-kawan. Travelling jadi hal yang
mengasyikan dan membahagiakan ketika dilakukan dengan mereka.
2. Bahagia itu Berkumpul Bersama Keluarga
Tak ada harta yang lebih berharga selain keluarga,
Untuk itulah, waktu-waktu bersama keluarga jadi hal paling bahagia untuk kamu
buat dalam hidup. Keluarga jadi semangat untuk kamu bertahan dalam masalah
silih berganti.
Untuk itu, buatlah hidupmu semakin berbahagia dengan
membuat keluargamu semakin bahagia. Tawa canda mereka tentu tawa candamu juga.
Jadi, jangan biarkan waktu bahagia bersama keluarga lewat begitu saja tanpa
kamu menyadari bahwa merekalah yang sudah mendukungmu apa adanya.
3. Bahagia Itu Berkarya
Banyak orang mendapatkan kebahagian ketika berhasil
menghasilkan sebuah karya yang bisa dinikmati oleh orang lain, mungkin salah
satunya kamu. Apalagi, ketika karya itu dipuji dan diapresiasi sebagai sebuah
karya yang bagus. Wah, perasaannya luar biasa bahagia!
Untuk itu, kamu juga harus mendorong dirimu untuk
membuat karya dan diingat orang sebagai salah satu pembuat karya terbaik.
Apapun dan dimanapun bidangmu, kamu bisa mendapat bahagia dengan membuahkan
karya yang bisa dinikmati oleh orang lain.
4. Bahagia itu Dicintai dan Dihargai
Siapa yang tak suka dicintai dan dihargai? Semua
orang, termasuk kamu, akan berbahagia ketika merasa dicintai dan dihargai
kehadirannya di suatu tempat atau komunitas. Perasaan itu bisa jadi 2x lipat
ketika kamu bisa memberikan kontribusi yang maksimal untuk orang-orang di
sekitar kamu.
Kamu harus berjuang sehingga orang lain akan dengan
sepenuh hati mencintai dan menghargai kehadiranmu di sana.
5. Bahagia itu Belajar Dari Kesalahan
Sebagai seorang manusia, semua orang tak pernah luput
dari kesalahan. Hal itu sudah menjadi suatu hal yang biasa. Namun, hal yang
luar biasa jika kamu bisa belajar dari kesalahan itu dan memberikan efek
positif dari hidupmu ke depannya.
Hidupmu tentu akan lebih berbagia ketika kamu bisa
melakukan hal yang lebih baik lagi yang berawal dari kesalahan. Yang lebih membahagiakan
adalah ketika hasil pembelajaran kamu itu mendapat pujian dari banyak orang.
Pasti seneng banget deh!
6. Bahagia itu Memberi
Jika kamu mencari arti dan definisi dari bahagia,
mulailah dengan sering memberi. Kamu pasti akan merasakan sebuah perasaan
dimana bangga dan senang bahwa kamu bisa berguna bagi orang lain, terutama
mereka yang hidup dalam kekurangan.
Kamu tak perlu punya banyak uang atau harta dulu untuk
memberi. Hal-hal kecil seperti berbagi makanan atau berbagi ilmu juga baik
untuk kamu lakukan. Kebahagiaanmu tentu akan berlipat ganda ketika kamu melihat
ilmu yang kamu berikan membantu orang lain untuk merubah hidupnya.
7. Bahagia itu Menjadi Diri Sendiri
Definisi lain dari bahagia adalah menjadi diri sendiri
dan bebas menjadi apa yang kamu mau. Kamu merasa bahwa semua yang kamu lakukan
itu baik untuk mencapat life goals kamu. Kamu tidak merasa
bahwa untuk disenangi orang lain, kamu perlu merubah bagaimana adanya
dirimu.
Kamu bebas mengatur hidupmu dengan arah dan tujuan
hidupmu tanpa ada orang lain yang mencoba mencampuri dan mempengaruhi dirimu.
Eitsss... jangan lupa. Kebebasanmu juga tetap dalam lingkaran aturan dan norma
yang berlaku.
8. Bahagia itu tubuh
kita Sehat
kebahagiaan hakiki didapat ketika kamu merasa sehat
walafiat dalam menjalani hidup. Kamu bebas melompat, berlari, berjalan, atau
melakukan hal yang kamu senangi. Kamu menikmati semuanya dengan kesehatan
kamu.
Jika tubuh kamu terjaga kesehatannya, kamupun bebas
melakukan apapun, termasuk melakukan hal yang berat seperti hiking ataupun diving.
Dengan tubuh yang sehat, kamu bisa menikmati segala yang orang mungkin tak bisa
lakukan.
Kebahagiaan menjadi suatu esensi yang
diinginkan untuk hadir dalam hidup. Menjadi bahagia, itulah yang umumnya
dirapalkan orang-orang sebagai harapan sekaligus doa. Tapi setidaknya, lewat 5
cara berikut kamu dapat memaknai kembali definisi bahagia.
1.
Berhenti menggantungkan bahagia di tangan orang lain
Menggantungkan kebahagiaan pada orang
lain, itu berarti kamu harus siap merasa jatuh setiap kali orang tersebut
berbuat hal di luar perkiraanmu. Bukan bahagia yang sesungguhnya, justru yang
kamu rasa adalah kebahagiaan semu yang bisa dengan cepat hilang. Bahkan bisa
menyiksamu perlahan., Singkatnya, kamu belum sepenuhnya meniti
hari dengan bahagia jika masih sering menggantungkan bahagia di tangan orang
lain.
2.
Jalani hidup dengan bebas tanpa merasa dikendalikan oleh ekspektasi orang
Meski dari luar terlihat baik-baik saja, menjalani hidup
di bawah kendali orang lain adalah cara lain untuk menyakiti diri sendiri. Kamu
akan selalu merasa wajib memenuhi espektasi orang tersebut. Hingga pada titik
kamu merasa tidak bebas dalam menjalani hidup. Padahal sejatinya, kamu layak menjajaki kehidupan yang
kamu impikan tanpa perlu merasa bersalah atas pilihan dan keputusanmu sendiri.
3.
Menjadi bahagia tak mesti harus setiap hari dikelilingi kebahagiaan
bahkan orang paling bahagia pun tidak setiap saat merasa
bahagia. Di samping euforia atas apa pun yang telah dicapai, tentu ada
masa-masa kelabu yang harus kamu hadapi. Kamu mesti mengingat bahwa menjadi sesekali lemah, sedih,
dan hilang harapan adalah momen yang pasti ada dalam hidup setiap orang.
Sekaligus mengingatkan bahwa sekuat apapun kamu, kamu berhak merasa begitu
karena kamu manusia.
4.
Jangan selalu menunggu kesempatan dibahagiakan karena bahagia bisa kamu
ciptakan
Gemar menunggu kebahagiaan sama halnya dengan kamu
menunda dirimu untuk bahagia. Faktanya, bahagia itu bisa kamu ciptakan sendiri
tanpa perlu menunggu orang lain melakukannya. Kamu bisa mulai dari melakukan
apa pun yang ingin kamu lakukan. Hal yang paling bisa membuat diri merasa
senang dan terhibur.
Pada akhirnya, sadar bahwa kamu bisa bahagia dengan
caramu sendiri bisa lebih banyak mendatangkan hal baik, lho.
5. Bahagia itu ketika
kamu mulai berani menerima diri sendiri seutuhnya
Apalah artinya hidup ketika kamu selalu menolak atau
bahkan terbiasa membenci diri sendiri. Akan sulit sekali untuk merasa bahagia
ketika kamu belum berani menerima diri seutuhnya. Yang akan lebih banyak kamu
rasakan adalah nelangsa dibanding bahagia. Pahamilah di balik kekurangan yang
kamu miliki, kamu masih punya sejuta kelebihan yang mungkin belum disadari dan
digali.
Nah, kalau kamu ingin merasakan bahagia yang sesungguhnya,
paling tidak kamu harus tau definisi bahagia dari yang paling sederhana.
Menjadi bahagia itu tidak sulit kok, asalkan kamu mau berusaha untuk membuat
hidup jadi lebih berkesan.
CARA AGAR MERASAKAN KEBAHAGIAAN
Banyak orang sering kali menafsirkan kebahagiaan
sesungguhnya adalah sesuatu yang selalu identik dengan materi, misalnya saja
seperti memiliki harta dan benda, mampu makan-makanan fancy, ataupun liburan ke
luar negeri.
Padahal dalam kenyataannya, kebahagian itu adalah sesuatu
yang lebih sederhana, kamu bisa merasakan kebahagiaan tanpa harus melalui
hal-hal yang bersifat materi.
Seperti misalnya, dengan melakukan beberapa hal di bawah ini, nih!
1.
Istirahat dan tidur yang cukup
Simpel dan sederhana. Istirahat dan tidur yang
cukup biasanya akan memberikan dampak dan pengaruh yang sangat positif bagi
tubuhmu. Apalagi untuk orang dewasa yang dianjurkan untuk tidur selama tujuh
hingga delapan jam dalam sehari, itu akan sangat membantu untuk meningkatkan
kebahagiaan dan mood ketika sedang menjalani aktivitas di
setiap harinya.
2.
Selalu bersyukur
Selalu bersyukur dengan apa yang sudah
dimiliki adalah salah satu cara termudah agar kamu bisa terus merasa bahagia di
dalam hidup. Ungkapkanlah rasa terima kasihmu kepada sang pencipta untuk segala
nikmat yang sudah Dia berikan. Tidak perlu merasa iri dengan apa yang dimiliki
oleh orang lain karena Tuhan tahu persis apa yang sangat dibutuhkan oleh
masing-masing umat-Nya.
3.
Berhenti membandingkan diri dengan orang lain
Suka iri dengan teman yang punya hobi jalan-jalan ke luar
negeri? Atau suka iri dengan hubungan romantis yang dimiliki oleh orang lain?
Jika kamu terus saja merasa iri dan membandingkan dirimu dengan orang lain
seperti ini, yakinlah bahwa kamu tidak akan pernah merasa bahagia.
Namun saat dirimu sudah bisa dan mampu untuk merasa cukup
dengan segala kecukupan dan keterbatasan yang kamu miliki, maka sesungguhnya
kamu adalah sosok yang paling bahagia dibandingkan dengan mereka semua.
4. Kelilingi dirimu
dengan orang-orang yang memiliki energi positif
Secara tidak langsung, lingkungan bisa
menjadi salah satu hal yang dapat mempengaruhi bagaimana cara kita bersikap di
setiap harinya. Maka dari itu, cobalah untuk berteman dan bergaul dengan
orang-orang yang kamu rasa memiliki aura positif dan dapat membawa pengaruh
yang baik bagi dirimu sendiri. Dengan begitu, yakin deh hidupmu akan jadi jauh
lebih bahagia dan menyenangkan untuk dijalani.
5.
Maafkan dan lupakan
Memaafkan kesalahan dan melupakan kesalahan orang lain
memang bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan. Namun jika kamu berhasil
mengatasinya, yakinlah bahwa langkahmu untuk maju ke depan akan jauh terasa
lebih mudah dan ringan. Kamu juga akan jadi jauh lebih bahagia tanpa harus
memiliki beban masa lalu yang masih mengganjal di hati.
PENYEBAB SESEORANG TIDAK BAHAGIA
1. Menganggap Hidup Ini
Tidak Adil
Orang yang tidak bahagia
cenderung menganggap hidup ini tidak adil!
Tentu saja, kita pasti pernah
menganggap orang lain begitu jahat, curang, zalim dan sebagainya, dan saat itu
kita merasa sebagai korban ketidakadilan dalam hidup.
Ironisnya, kita selalu merasa
bahwa kemalangan, kegagalan dan segala hal buruk yang terjadi dalam hidup saat
ini bukanlah kesalahan kita, melainkan kesalahan orang lain, takdir dan segala
macam.
Padahal fakta yang diungkap
oleh para ahli sudah membuktikan, bahwa apa yang terjadi pada kita hari ini
disebabkan oleh apa yang kita lakukan kemarin.
Sulit untuk mengoreksi
kesalahan sendiri, terkadang kita terlalu egois untuk menerima kekurangan diri
sendiri. Dan yang semakin menambah ketidakbahagiaan lagi, hal itu justeru
menutup ruang untuk mengubah diri sendiri menjadi lebih baik.
Dan pada akhirnya, kita tidak
pernah bertambah bijak, kita tidak berkembang sedikit pun, hanya karena satu
hal- menganggap diri tidak bersalah.
Untuk mengubah kebiasaan ini,
kita perlu membuat jadwal rutin setiap 30 menit sebelum tidur.
Lalu menganalisa apa yang
sudah kita perbuat hari ini, mengingat kesalahan-kesalahan yang kita lakukan
hari ini, baik dalam pertemanan, keluarga, pekerjan dan lainnya. Lalu
mengakuinya dan memaafkan diri sendiri dengan harapan esok bisa lebih baik.
2. Dendam dan Dengki Membuat
Kita Tidak Bahagia
rang-orang yang memiliki
penyakit hati, ketika melihat seorang temannya berhasil, dalam hatinya akan
berkata “Harusnya saya!” Perasaan iri dan dengki menjadi penghalang kebahagiaan
kita ditengah-tengah perayaan orang lain yang sedang berbahagia.
Lalu contoh sempurna dari
dendam yang menyebabkan hidup tidak bahagia, katakanlah ada seorang anak brokenhome, orang tuanya bercerai karena ayahnya
selingkuh. Dengan alasan itu akhirnya sang anak dendam kepada sang ayah yang
menyakiti hati ibunya.
Sepanjang umurnya anak itu
terus menyimpan dendam. Namun satu hal yang tidak disadari, ketika ia memilih
untuk tidak memaafkan ayahnya, ia justeru semakin menyakiti hatinya sendiri
sebab rasa dendam hanya semakin merusak hubungan mereka.
Dan lebih parah lagi, iri dan
dengki membuat kita fokus pada orang lain sebagai musuh. Hal ini membuat
kebahagiaan kita dibatasi oleh apa yang dialami orang lain, semisal jika orang
lain menderita maka kita bahagia.
Cara mengatasi perasaan
seperti ini, kita perlu menyadari bahwa semua orang mempunyai masa lalu yang
tidak mungkin bisa diubah, dan tentunya semua orang pernah melakukan kesalahan.
Kita hanya perlu memisahkan
kesalahan seseorang di masa lalu dengan kenyataan yang ada sekarang. Jangan
menutup kemungkinan bahwa seseorang selamanya bersalah, sebab pasti ada waktu
dimana ia akan berubah.
Ikhlaskan semua yang terjadi.
Dengan berani memaafkan diri sendiri dan orang lain, hati kita akan menjadi
lebih tenang dan bahagia.
3. Menjalani Kehidupan yang
Biasa-biasa Saja
Semua orang pasti ingin hidup
yang lebih baik dari sebelumnya. Semua orang ingin dapatkan sesuatu yang
berharga, sesuatu yang luar biasa dan layak untuk dibanggakan.
Tapi sayangnya, tidak semua
orang mau berusaha.
Kita menjalani kehidupan yang
selalu biasa-biasa saja, karena kita tidak mengubah kebiasaan, juga tidak
mengubah cara mencapai tujuan.
Ingat, kesamaan akan menarik
kesamaan. Jika kita melakukan hal yang sama, maka kita juga akan mendapatkan
hasil yang sama.
Jika kita inginkan
kebahagiaan yang lebih besar, maka kita juga harus siap menanggung resiko yang
lebih besar. Tapi hidup dengan jalan yang datar, tentunya tidak akan membawa
dampak apa-apa.
Jangan terus bermain aman.
Keluarlah dari zona nyaman dan lakukan suatu hal besar. Kebahagiaan bukanlah
tentang menghindar dari segala kepahitan hidup.
Kebahagiaan sebenarnya juga
bukan sekedar bebas dari rasa sakit, kecewa dan air mata. Jika kita tidak
mengusahakan apa-apa yang berharga, maka wajar saja tidak ada air mata. Tapi
sayangnya hidup dengan cari itu akan lebih sulit untuk bahagia.
Kebahagiaan yang paling
memuaskan adalah saat kita berhasil melakukan pencapaian hebat
4. Mencoba Menjadi Orang
Lain
Kenapa kita mencoba menjadi
orang lain? Salah satunya mungkin karena kita terlalu sering
membanding-bandingkan hidup kita dengan hidup orang lain.
Saat kita melihat orang lain
hebat dalam suatu bidang, wajar saja merasa kagum tapi bukan berarti kita harus
menjadi orang lain. Ada suatu perbedaan antara termotivasi dengan terbawa arus.
Motivasi itu datang jika kita
sudah mengetahui kisah orang tersebut dari awal sampai akhir. Sementara terbawa
arus itu artinya kita hanya melihat kesuksesan seseorang saja.
Melihat seseorang yang sudah
berhasil dengan kondisi kita saat ini, tentunya membuat kita fokus pada apa
yang tidak kita miliki, tapi kita lupa memikirkan apa yang tidak kita lakukan.
Cobalah, lihat diri masing-masing. Kita sudah melakukan apa? Kita sudah
berusaha sampai mana? Jika membandingkan diri kita yang sekarang dengan diri
kita yang dulu, seperti apa perubahannya?
Kita semua tentu termotivasi
dari orang lain tapi jangan pernah menjadi orang lain. Lihatlah cermin dan
ketahui dirimu siapa.
5. Selalu Berpikir Negatif
Secara umum, baik pria maupun
wanita, ketidakbahagiaan seringkali datang dari perasaan pesimis. Terlalu
khawatir pada kekurangan, membuat kita fokus pada pikiran negatif.
Alih-alih mencari titik
terang, kita dikhawatirkan oleh sesuatu yang buruk yang akan terjadi. Bahkan di
kondisi yang sedang stabil, tidak ada masalah, tenang dan sebagainya,
orang-orang yang negatif kesulitan untuk merasa bahagia.
Jadi ini adalah tentang
bagaimana keterampilan kita dalam mengelola emosi.
Ironisnya, banyak orang
pintar dalam ilmu pengetahuan lewat buku-buku dan sebagainya, tapi pengetahuan
yang ia miliki tidak memengaruhi cara berpikirnya.
Jika kita dapat menyadari
pikiran liar didalam diri masing-masing, maka kita akan bisa mengubahnya sesegera
mungkin sebelum pikiran itu dibalut emosi dan membentuk sirkuit didalam
pikiran.
Teorinya sederhana, kesamaan
akan menarik kesamaan. Artinya, pikiran negatif akan menarik emosi negatif yang
bisa menghalangi kebahagiaan kita.
6. Mengharapkan Kesempurnaan
Disetiap Kondisi
Akan selalu ada cacat pada
sesuatu yang kita kerjakan. Tak selalu yang kita miliki itu sempurna karena
semua orang pasti pernah melakukan kesalahan.
Kita bukanlah selebritis yang
selalu dituntut harus tampil sempurna untuk menghibur orang-orang. Dan akan
selalu ada kondisi dimana kita merasa lelah, sedih dan takut.
Tapi semua itu bukanlah tanda
bahwa kita lemah, justeru itu menandakan bahwa kita manusia sempurna. Malah
jika kita tidak pernah merasakan sedih, perlu dipertanyakan kita ini manusia
atau apa?
Berjuang untuk terlihat
sempurna sepanjang waktu malah akan menimbulkan kepalsuan, drama dan
ketidakbahagiaan.
Saat kamu bersedih dan hal
itu benar-benar memang menyedihkan, lalu kamu butuh sandaran untuk mengeluh
atau sekedar bercerita untuk pelepasan emosi, tentu tak ada salahnya. Hanya
saja. carilah teman yang positif.
Hatimu bukanlah batu karang
yang tak goyah dihempas lautan. Jadi rayakanlah kesedihan itu dengan menangis.
Teteskan saja air mata itu. Setelahnya kamu akan merasa lega dan lebih kuat
menghadapi dunia.
Jadilah jujur dan apa adanya,
karena orang-orang yang sering menyembunyikan kelemahannya cenderung lebih
sulit untuk bahagia.
7. Dikelilingi Orang-orang Toxic
Jika kamu sedang mengalami
masalah, bukanlah pilihan yang tepat untuk bertemu dengan orang pesimis dan
meminta pendapatnya. Sebab mereka tidak akan memberimu jalan keluar dan justru
malah membuatmu jatuh semakin dalam.
Kehidupan kita, tentunya
tidaklah terpisah dari pengaruh orang-orang sekitar. Dan kebahagiaan kita pun,
tentunya tergantung oleh teman-teman yang kita pilih.
Jika kamu merasa sulit untuk
bahagia, maka coba perhatikan lingkungan, pertemanan, keluarga atau pasanganmu.
Sebab orang-orang terdekat kita memengaruhi kebiasaan sehari-hari.
Memengaruhi apa yang kita
kerjakan dan juga memengaruhi sudut pandang kita terhadap kehidupan.
Untuk menghindari para
penghalang kebahagiaan ini, maka tinggalkanlah dari lingkungan baru yang lebih
positif. Semisal, jika lingkungan tempat kamu kerja dipenuhi orang-orang yang
toxic, maka keluarlah dan cari pekerjaan baru.
Jangan khawatir. Saat kita
meninggalkan yang buruk, maka kebaikan akan datang. Saat kita meninggalkan
teman yang toxic, maka kita akan bertemu dengan teman yang positif.
8. Terjebak Memikirkan Masa
Lalu dan Masa Depan
Adakah masa lalu yang buruk
sehingga masih teringat jelas dipikiranmu saat ini?
Adakah impian di masa depan
yang membuatmu begitu berambisi?
Jika iya, maka kita sama.
Tentunya semua orang punya masa lalu yang buruk, jangan merasa kamu sendirian mengalami
itu. Dan tentu saja semua orang ingin kehidupan yang lebih baik dalam hidup
kedepannya, kamu sedang tidak sendirian memikirkan itu.
Masalahnya, jika kita terus
menerus dan menghabiskan banyak waktu memikirkan masa lalu atau masa depan,
maka bisa jadi kita melupakan apa yang ada saat ini.
Jangan bilang kamu tidak
memiliki apa-apa, sebab saat ini kamu memiliki waktu! Ingat tidak ada yang
lebih mahal daripada waktu.
Lakukan teknik mindfulness
dan nikmati momen-momen yang ada kini. Kita bisa hidup bahagia tanpa terjebak
dalam pikiran masa lalu dan masa depan.
Akhir kata,
Jangan merasa bahwa dirimu yang terburuk di dunia ini. Semua orang
memiliki sisi gelapnya masing-masing dan mulai sekarang saatnya kita melatih
diri untuk mengubah gaya hidup yang negatif.
Kembangkan terus pengetahuan dan asah terus
keterampilan yang kita miliki karena ini adalah proses seumur hidup.
Pelan-pelan, tinggalkan hal-hal buruk, satu-persatu, akan datang yang lebih
baik!
Berikut adalah enam pengaruh rasa bahagia bagi kesehatan, seperti
dilansir Boldsky.
1. Tertawa bisa menurunkan kadar hormon stres. Hanya dengan tertawa,
Anda bisa melepas penat dalam tubuh. Sesederhana itu. Namun, bisakah Anda
melakukannya?
2. Rasa bahagia dapat menyembuhkan sakit kepala. Tahukah Anda bahwa sakit kepala bisa
disebabkan oleh stres? Dengan merasa bahagia, Anda dapat menyingkirkan rasa
nyeri di kepala, yang bisa dipicu stres dan depresi.
3. Orang bahagia terhindar dari kram. Stres bisa menyebabkan
berbagai masalah, termasuk kram otot. Hal ini mengakibatkan rasa sakit yang
kronis di bagian punggung bawah, belakang leher, dan bagian tubuh lainnya.
4. Punya jantung sehat.
Orang bahagia punya jantung yang lebih sehat dibandingkan mereka yang sering
stres. Namun, itu tidak berarti bahwa semua orang bahagia akan terhindar dari
risiko serangan jantung. Hanya saja, kesehatan emosional yang buruk dapat
meningkatkan tekanan pada jantung Anda.
5. Mengurangi rasa lelah.
Ketika Anda merasa bahagia, ada hormon yang terus memacu Anda untuk
bersemangat. Tiada rasa lelah. Bahkan, Anda bisa merasakan dorongan energi baru
yang terus muncul.
6. Orang bahagia hidup lebih
lama. Saat Bahagia, Sistem Imun
Tubuh Akan Lebih Aktif .Ada pepatah lama yang mengatakan bahwa kebahagiaan
adalah obat awet muda. Hal tersebut bahkan berhasil dibuktikan secara ilmiah
lho. Para peneliti menemukan bahwa orang bahagia hidup lebih lama dan sehat.
7. Perasaan Bahagia Mengoptimalkan Kinerja Otak
Pernahkah kamu membandingkan saat bekerja dengan perasaan bahagia
dan tertekan? Tentunya, rasanya berbeda. Ketika kita bekerja dengan bahagia,
kita akan lebih mudah mendapatkan inspirasi dan ide. Sebaliknya, ketika kita
berada di posisi tertekan, kita akan cenderung lebih sulit bekerja dan otak
terasa sulit untuk berpikir. Hal ini terjadi akibat hormon bahagia dalam tubuh
yang membantu memaksimalkan kerja otak untuk berpikir dan mencari ide.
Sedangkan, ketika kita sedang merasa depresi, ketakutan, ataupun tertekan,
hormon adrenalin akan diproduksi yang mana akan mencegah munculnya ide-ide.
Tertawa adalah hal sederhana yang membuat Anda merasa bahagia.
Dengan tertawa pula, Anda bisa melepas penat yang menggelayut di dada. Selain
tertawa, bersyukur adalah cara terbaik untuk berbahagia
Berikut ini adalah video motivasi dari merry riana...silahkan kalian simak
No comments:
Post a Comment