Peran pendidik adalah menuntun murid dalam mengembangkan potensi terbaik untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Menuntun disesuaikan dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Pendidik harus mengusahakan sekolah menjadi lingkungan yang menyenangkan, menjaga, dan melindungi murid dari hal-hal tidak baik. Menggunakan sistem among, menerapkan trilogi pendidikan yakni Ing Ngarso Song Tuludho, Ing Madyo Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani. Dengan demikian karakter murid dapat tumbuh dengan baik. Murid akan mampu menerima dan menyerap suatu pembelajaran bila lingkungan di sekelilingnya memiliki rasa aman dan nyaman.
Peran pendidik dalam pembelajaran antara lain yaitu sebagai Pendorong kolaborasi, mewujudkan kepemimpinan murid, coach bagi guru lain, penggerak komunitas, pemimpin pembelajaran, Selain peran ada juga nilai guru penggerak antara lain: berpihak pada murid, inovatif, kolaboratif, mandiri, reflektif
Inkuiri apresiatif adalah sebuah paradigma sekaligus model manajemen perubahan yang memegang prinsip psikologi dan pendidikan positif serta pendekatan berbasis kekuatan. Pendekatan ini berfokus pada kekuatan dan nilai-nilai positif yang dimiliki oleh suatu organisasi, dalam hal ini sekolah dan warganya untuk dapat terus melakukan perubahan dan perbaikan kualitas.
Pemikiran Ki Hajar Dewantara, Nilai dan Peran Guru penggerak serta Inkuri Apresiatif mempunyai peran yang sangat erat dalam menumbuhkan profil pelajar Pancasila.Dengan memiliki visi dan peran sebagai guru penggerak di atas, seorang guru diharapkan dapat mewujudkan filosofi pendidikan Ki hajar Dewantara tersebut, yakni mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya bagi murid. Dengan kata lain nilai-nilai dan peran guru penggerak akan mendorong terwujudnya kemerdekaan anak dalam belajar serta mewujudkan kebahagiaan dan kebahagiaan setinggi-tingginya. Seorang guru yang berpihak pada murid akan selalu berusaha berinovasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, berkolaborasi dengan berbagai pihak, mandiri dalam menjalankan tugas serta selalu berusaha merefleksikan kegiatan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas kegiatan yang telah dilakukan.
Tidak kala pentingnya dengan nilai guru penggerak, peran guru penggerak juga dibutuhkan untuk menumbuhkan profil pelajar Pancasila bagi anak. Dengan nilai dan peran guru penggerak, seorang guru diharapkan mempunyai visi dimana visi tersebut dapat mewujudkan profil pelajar Pancasila dan mewujudkan kemerdekaan belajar bagi anak.
Profil Pelajar Pancasila adalah berarti pelajar sepanjang hayat yang kompeten dan memiliki karakter sesuai nilai-nilai Pancasila . Karakter yang harus dimiliki o dan ditanamkan dalam setiap murid yaitu : Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia, Bernalar Kritis, Mandiri, Berkebinekaan Global, Berotong Royong, Kreatif. Profil pelajar pancasil ini bisa kita tanamkan kepada siswa melalui berbagai kegiatan, bisa di dalam kelas ketika pembelajaran, bisa diuar kelas dan juga bisa melalui kegiatan - kegiatan sekolah seperti ekstrakurikuler.
Untuk mewujudkan visI tersebut secara terencana, diperlukan sebuah pendekatan atau rancangan yang disebut dengan Inkuiri Apresiatif (IA). Dengan Inkuiri Apresiatif (IA) seseorang atau lembaga berusaha untuk mewujudkan sebuah visi atau prakarsa perubahan dengan memanfaatkan nilai-nilai positif yang sudah ada. Nilai-nilai tersebut dapat berupa, kekuatan, kelebihan, maupun potensi yang dimiliki oleh orang atau Lembaga itu sendiri.
Inkuiri apresiatif dapat dimulai dengan mengidentifikasi hal hal positif / hal baik yang ada di sekolah serta mencari cara bagaimana hal tersebut dapat dipertahankan dan memunculkan strategi / prakarsa untuk mewujudkan perubahan ke arah yang lebih baik. Prakarsa atau perubahan tersebut dapat di tuangkan dalam kanvas BAGJA( Buat Pertanyaan, Ambil pelajaran, Gali Mimpi, Jabarkan Rencana, Atur eksekusi)
Jadi profil pelajar Pancasila akan bisa ditumbuhkan jika pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang kebahagiaan anak setinggi-tingginya dapat diwujudkan dengan penerapan nilai dan peran guru penggerak menggunakan pendekatan Inkuiri Apresiatif yang berfokus pada kelebihan dan kekuatan yang dimiliki oleh sebuah lembaga / sekolah.
https://youtu.be/EXxJNanSLcY
No comments:
Post a Comment