Sunday, October 31, 2021

 

Nama: Tunjung Sekar Kinasih

Asal Sekolah: SMPN 1 Mojo

 

Cerminan Remaja Genre 

Sehat, Bersemangat, Beriman Kuat

 

 

Fase remaja adalah masa peralihan dari masa anak-anak menuju fase dewasa. Pada fase ini remaja cenderung penuh emosi, hal ini ditandai dengan kondisi jiwa yang labil, dan biasanya sulit mengendalikan diri. Dengan kondisi tersebut pengaruh-pengaruh negatif seperti perilaku menyimpang akibat dari pergeseran nilai mudah mempengaruhi jiwa remaja sehingga menimbulkan gejala baru berupa kurang kuatnya iman. Karakteristik yang bisa dilihat adalah adanya banyak perubahan yang muncul baik itu perubahan fisik maupun psikis. Perubahan fisik yang dapat dilihat adalah perubahan pada karakteristik seksual seperti pembesaran buah dada, membesarnya pinggang untuk anak perempuan, sedangkan anak lakilaki tumbuhnya kumis, dan jenggot, serta perubahan suara yang semakin dalam. Perubahan mental pun mengalami perkembangan. Pada fase ini pencapaian identitas diri sangat menonjol, pemikiran logis, abstrak, dan idealistis.

Orang tua sebagai orang terdekat menjadi faktor utama untuk membantu para remaja. Sebagian besar perilaku remaja menirukan perilaku orang tuanya. Sebagai orang tua seharusnya dapat memberikan contoh yang baik terhadap anaknya. Orang tua berkewajiban mendidik anaknya dengan memberi bimbingan arahan, nasehat, dan disiplin yang melandaskan nilai-nilai yang baik, terutama nilai-nilai agama.

 Agama merupakan pegangan hidup bagi manusia. Tujuan hidup tidak berarti apabila manusia tidak beragama,  karena tanpa agama hidup terasa hampa. Sedangkan agama dapat mengisi arti kehidupan. Agama berguna sebagai alat kontrol dan benteng pertahanan yang kuat dalam mengarungi kehidupan terlebih pada masa kebimbangan yang sedang melanda remaja.

Agar tidak terjerumus pergaulan bebas didiklah anak sedini mungkin tentang normanorma agama sesuai kepercayaan masing-masing. Selain itu, batasi dan awasi pergaulan anak.

Dengan membatasi pergaulan anak orang tua dapat dengan mudah memantau pergaulan anak. Orang tua juga bisa menyekolahkan anaknya di sekolah berbasis agama agar anaknya dapat fokus dalam hal-hal positif. Orang tua juga dapat mengarahkan anak-anaknya dalam kegiatan-kegiatan positif.

Remaja sehat peduli sesama adalah remaja yang mempunyai keadaan jasmani serta rohani yang sehat, dan mempunyai kepedulian terhadap sesama maupun lingkungan sekitar. Hal ini menunjukkan bahwa remaja memiliki jiwa sosial yang tinggi. Beberapa contoh jiwa sosial remaja yaitu membersihkan lingkungan, mengadakan reboisasi, dan tidak membuang sampah sembarangan. 

Banyak hal-hal positif yang bisa membuat remaja sehat, seperti tidak merokok, tidak mengkonsumsi narkoba/napza, dan tidak melakukan seks bebas. Mengontrol emosional juga sebagian dari cara remaja untuk berperilaku sehat. Overthingking adalah salah satu penyebab seorang remaja menjadi kurang percaya diri dan mudah emosi. Salah satu dampak emosional pada remaja anatara lain yaitu remaja menjadi stres atau depresi.  Adapun cara agar tidak overthingking yaitu dengan berfikir positif .Setelah melakukan hal-hal positif tersebut, remaja akan terhindar dari pergaulan bebas dan badan akan menjadi sehat.

Remaja sehat akan menjaga kesehatan jasmani dan rohani secara teratur dan menaati protokol kesehatan 3M ( Mencuci tangan, Menjaga jarak, Memakai masker) serta pola makan empat sehat lima sempurna. Selain mengatur pola makan dan menjaga kebersihan, olahraga juga penting bagi kesehatan tubuh kita. Kita dapat melakukan olahraga ringan seperti joging,  push up, sit up, back up, dan naik turun tangga. Sebelum melakukan olahraga sebaiknya kita melakukan pemanasan terlebih dahulu, agar tidak terjadi kram atau cedera saat olahraga.

Selain olahraga ringan yang bisa kita lakukan di rumah, kita juga bisa melakukan beberapa olahraga di sekolah. Beberapa olahraga yang bisa dilakukan remaja saat di sekolah antara lain yaitu: badminton, voli, basket, dan sepak bola. Selain olahraga kita juga bisa mengikuti ekstrakuriruler di sekolah untuk merubah kegiatan-kegiatan negatif menjadi suatu kegiatan yang positif. Ekstrakurikuler yang bisa kita ikuti antara lain PMR (Palang Merah Remaja), pramuka, beladiri, seni tari, tartil dan bacaan Al-Quran. Setelah mengikuti atau melakukan kegiatan tersebut, remaja akan terhindar dari kegiatan negatif yang mungkin akan terjadi pada remaja.

 

No comments:

Post a Comment

1.3 KONEKSI ANTAR MATERI (REFLEKSI DAN PEMAHAMAN KETERKAITAN MODUL 1.1, MODUL 1.2 DAN MODUL 1.3)

  Peran pendidik adalah menuntun murid dalam mengembangkan potensi terbaik untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya bai...