Nama: Tunjung Sekar Kinasih
Asal Sekolah: SMPN 1 Mojo
Cerminan Remaja Genre
Sehat, Bersemangat, Beriman Kuat
Fase remaja adalah masa peralihan dari masa anak-anak menuju fase dewasa. Pada fase ini remaja cenderung penuh emosi, hal ini ditandai dengan kondisi jiwa yang labil, dan biasanya sulit mengendalikan diri. Dengan kondisi tersebut pengaruh-pengaruh negatif seperti perilaku menyimpang akibat dari pergeseran nilai mudah mempengaruhi jiwa remaja sehingga menimbulkan gejala baru berupa kurang kuatnya iman. Karakteristik yang bisa dilihat adalah adanya banyak perubahan yang muncul baik itu perubahan fisik maupun psikis. Perubahan fisik yang dapat dilihat adalah perubahan pada karakteristik seksual seperti pembesaran buah dada, membesarnya pinggang untuk anak perempuan, sedangkan anak lakilaki tumbuhnya kumis, dan jenggot, serta perubahan suara yang semakin dalam. Perubahan mental pun mengalami perkembangan. Pada fase ini pencapaian identitas diri sangat menonjol, pemikiran logis, abstrak, dan idealistis.
Orang tua sebagai orang terdekat menjadi faktor utama
untuk membantu para remaja. Sebagian besar perilaku remaja menirukan perilaku
orang tuanya. Sebagai orang tua seharusnya dapat memberikan contoh yang baik
terhadap anaknya. Orang tua berkewajiban mendidik anaknya dengan memberi
bimbingan arahan, nasehat, dan disiplin yang melandaskan nilai-nilai yang baik,
terutama nilai-nilai agama.
Agama merupakan pegangan
hidup bagi manusia. Tujuan hidup tidak berarti apabila manusia tidak
beragama, karena tanpa agama hidup
terasa hampa. Sedangkan agama dapat mengisi arti kehidupan.
Agama berguna sebagai alat kontrol dan benteng pertahanan yang kuat dalam
mengarungi kehidupan terlebih pada masa kebimbangan yang sedang melanda remaja.
Agar tidak terjerumus pergaulan bebas didiklah anak
sedini mungkin tentang normanorma agama sesuai kepercayaan masing-masing. Selain
itu, batasi dan awasi pergaulan anak.
Dengan membatasi pergaulan anak orang tua dapat
dengan mudah memantau pergaulan anak. Orang tua
juga bisa menyekolahkan anaknya di sekolah berbasis agama agar anaknya dapat
fokus dalam hal-hal positif. Orang tua juga dapat mengarahkan anak-anaknya
dalam kegiatan-kegiatan positif.
Remaja sehat peduli sesama adalah remaja yang
mempunyai keadaan jasmani serta rohani yang sehat, dan mempunyai kepedulian
terhadap sesama maupun lingkungan sekitar. Hal ini menunjukkan bahwa remaja
memiliki jiwa sosial yang tinggi. Beberapa contoh jiwa sosial remaja yaitu
membersihkan lingkungan, mengadakan reboisasi, dan tidak membuang sampah
sembarangan.
Banyak hal-hal positif yang bisa membuat remaja
sehat, seperti tidak merokok, tidak mengkonsumsi narkoba/napza, dan tidak
melakukan seks bebas. Mengontrol emosional juga sebagian dari cara remaja untuk
berperilaku sehat. Overthingking adalah salah satu penyebab seorang
remaja menjadi kurang percaya diri dan mudah emosi. Salah satu dampak emosional
pada remaja anatara lain yaitu remaja menjadi stres atau depresi. Adapun cara agar tidak overthingking yaitu dengan berfikir positif
.Setelah melakukan hal-hal positif tersebut, remaja akan terhindar dari
pergaulan bebas dan badan akan menjadi sehat.
Remaja sehat akan menjaga kesehatan jasmani dan
rohani secara teratur dan menaati protokol kesehatan 3M ( Mencuci tangan,
Menjaga jarak, Memakai masker) serta pola makan empat sehat lima sempurna.
Selain mengatur pola makan dan menjaga kebersihan, olahraga juga penting bagi
kesehatan tubuh kita. Kita dapat melakukan olahraga ringan seperti joging, push up,
sit up, back up, dan naik turun tangga. Sebelum melakukan olahraga
sebaiknya kita melakukan pemanasan terlebih dahulu, agar tidak terjadi kram
atau cedera saat olahraga.
Selain olahraga ringan yang bisa kita lakukan di
rumah, kita juga bisa melakukan beberapa olahraga di sekolah. Beberapa olahraga
yang bisa dilakukan remaja saat di sekolah antara lain yaitu: badminton, voli,
basket, dan sepak bola. Selain olahraga kita juga bisa mengikuti
ekstrakuriruler di sekolah untuk merubah
kegiatan-kegiatan negatif menjadi suatu kegiatan yang positif. Ekstrakurikuler
yang bisa kita ikuti antara lain PMR (Palang Merah Remaja), pramuka, beladiri,
seni tari, tartil dan bacaan Al-Quran. Setelah mengikuti atau melakukan
kegiatan tersebut, remaja akan terhindar dari kegiatan negatif yang mungkin
akan terjadi pada remaja.
No comments:
Post a Comment