1. Pastikan makananmu sehat dan bergizi
Makanan sehat dan bergizi ibarat “bensin” untuk tubuh
kita. Meski “hanya” belajar di rumah, tapi tubuh kita justru membutuhkan
semakin banyak makanan baik lo. Dan, kamu pasti tahu, makanan sehat dan baik
akan membuat tubuh kita terkondisikan juga dengan baik, sehingga akan
memengaruhi mental agar tetap bahagia.
Jadi, pastikan menu makananmu setiap hari sehat dan
bergizi ya.
2. Olahraga untuk perbaiki mood
Olahraga itu bisa banget memperbaiki suasana hati. Linda Pescatello, seorang ahli kesehatan dari
Universitas Connecticut, mengatakan, bahwa terlalu lama duduk seharian akan
membuat suasana hati menjadi lebih gampang buruk. Nah, makanya, ayo bergerak,
berolahraga agar mood kamu menjadi baik.
Ada juga penelitian yang membuktikan, bahwa berjalan
kaki selama 15 – 20 menit saja terbukti bisa membuat seseorang tetap bahagia,
dan suasana hatinya selalu terjaga baik.
Tapi kan, lagi physical distancing? Nggak boleh
keluar kalau enggak mendesak? Well, sebenarnya untuk sekadar jalan-jalan kaki
aja demi olahraga, itu enggak dilarang kok. Pastikan saja kamu jalan kaki
sendirian, enggak usah bawa rombongan, kenakan masker, bercelana panjang,
sepatu, dan memakai jaket atau kaus berlengan panjang. Lalu, pastikan juga, di
tengah perjalanan jangan mampir-mampir atau memegang apa pun. Jalan saja, dan
setelah 15 – 20 menit langsung pulang ke rumah. Sampai di rumah, mandilah untuk
menyegarkan badan.
Jika ini juga tidak memungkinkan, kamu tetap bisa
berolahraga di rumah. Cari video-video tutorial olahraga di Youtube, biar
enggak berasa sendirian. Bisa dong.
3. Lakukan hobi dengan sepenuh hati
Kita semua pasti punya kegemaran atau minat. Nah,
sesekali, di tengah kesibukan belajar dari rumah, lakukan hobi dan kali ini,
lakukanlah dengan sepenuh hati.
Melakukan sesuatu yang menyenangkan hati akan membuat
kita tetap bahagia kan? Iya dong, pasti!
4. Akses berita update virus corona seperlunya saja
Iya sih, kita butuh tahu update berita virus corona,
supaya tahu apa yang terjadi di luar sana. Tetapi ada baiknya, kita batasi.
Seperlunya saja, dan batasi juga sumbernya. Akan lebih netral jika kita membaca
update dari saluran resmi pemerintah.
Waspadalah, karena banyak banget konten negatif
beredar ketika kondisi sedang genting seperti sekarang. Parahnya lagi, konten-konten
itu juga belum tentu benar. Kadang hanya dibuat agar membuat heboh doang.
Yang seperti ini, jelas akan memengaruhi kondisi
mental kita. Kita enggak akan bisa tetap bahagia, jika setiap hari selalu
terpapar konten negatif apalagi jika terus-menerus.
5. Hubungi keluarga, saudara, atau orang terdekat via
video call
Buat yang memutuskan untuk enggak mudik ataupun
pulang kampung, well done! Jangan lupa, kamu tetap bisa menghubungi keluarga,
saudara dan teman-teman kamu via video call kan?
Berinteraksi dengan mereka yang kita sayangi juga
bisa membuat kita jadi merasa positif dan tetap bahagia. Melihat bahwa mereka
semua baik-baik saja, dalam kondisi sehat, akan membuat kita jadi semangat
untuk bertahan.
6. Jangan mencari rasa bahagia dengan belanja
Profesor Laurie Santos, seorang pengajar di
Universitas Yale, pernah mengemukakan bahwa kita sering berpikir bahwa
kebahagiaan itu bisa “dibeli” dengan benda. Misalnya saja, ketika kita sedang
dalam kondisi tidak baik, kita lantas merasa bahwa dengan membeli sesuatu maka
kita akan merasa bahagia. Ketika ternyata dengan membeli satu barang tidak
membawa kebahagiaan–seperti yang sebelumnya kita kira–kita pun lantas
mempertimbangkan untuk beli barang lain lagi.
Itulah akar dari perilaku “impusive buying“, hingga
jadinya #rauwisuwis belanja yang enggak ada ujung pangkalnya.
Makanya, ada baiknya kamu pertimbangkan lagi deh,
kalau nafsu untuk membeli sesuatu muncul. Apakah memang butuh atau sekadar
ingin belanja atas nama “membahagiakan” diri sendiri? Kalau memang jawabannya
yang terakhir, coba deh kamu urungkan dulu. Carilah kesenangan dari hal lain,
selain belanja, karena bagaimanapun kamu perlu untuk lebih berhemat sekarang.
7. Tetap bersyukur
Adalah penting juga buat kita untuk tetap bersyukur
di saat kondisi seperti ini. Ada banyak lo, yang bisa disyukuri; bersyukur
masih bisa berada di dalam rumah bersama keluarga, bersyukur masih tersedia
makanan yang bisa disantap dengan nikmat, bersyukur masih bisa tidur dengan
nyenyak. Bersyukur masih
bisa menjalankan ibadah puasa, dan sebagainya.
Rasa syukur bisa menjadi pangkal dari semua perasaan
bahagia yang tersembunyi. Lakukanlah sesering mungkin, agar kita tetap bahagia
di masa sulit ini.