BELAJAR
ASYIK DI RUMAH
Hai
sobat sehat, mewabahnya Virus Corona yang telah menyerang banyak negara salah
satunya Indonesia ini memang memiliki dampak sosial yang sangat luar biasa.
Salah satu dampak yang sangat terasa di kalangan masyarakat yakni dengan terbatasnya
aktifitas sehari-hari, dimana Pemerintah telah menetapkan himbuan kepada
masyarakat luas untuk menjalankan aktifitas di rumah saja sampai batas waktu
yang akan ditentukan kemudian. Aktifitas yang dimaksudkan termasuk pada proses
pembelajaran siswa sekolah dari tingkat kanak-kanak hingga menengah atas,
bahkan sekelas perguruan tingggi proses perkuliahan juga dilakukan dirumah
melalui daring atau dalam jaringan atau kata lainnya online.
Hingga saat ini, korban yang terkonfirmasi positif Covid 19 masih terus
bertambah, artinya pandemi belum berakhir. Begitu juga dengan himbauan
pemerintah, masih terus mengalami perubahan pada perpanjangan waktu untuk tetap
belajar dirumah.
Sebagian siswa, begitu juga orang tua telah banyak sekali mengeluh jenuh dan
bosan dengan aktifitas yang dinilai terbatas tersebut. Tak sedikit juga siswa
mulai merasakan penurunan semangat belajar hingga stress.
Rasa malas yang dirasakan
siswa dapat muncul karena disebabkan beberapa faktor, diantaranya adalah
:
1.
Aktifitas yang monoton
Belajar
di rumah saja memang akan terasa menjenuhkan. Jika biasanya mereka belajar di
sekolah denga beragam kegiatan, maka selama belajar di rumah ini, setiap siswa
atau anak hanya akan melakukan rutinitas yang sama setiap harinya. Akibatnya,
semakin hari si anak akan mulai mengalami penurunan semangat belajar.
Terkadang, rasa malas muncul ketika Anda merasa tidak
melakukan sesuatu yang Anda sukai.
2. Kesepian
Saat
sebelum pandemi, ketika mereka belajar di sekolah, si anak akan bertemu dengan
teman-temannya. Siswa akan merasa senang karena dengan bertemu dengan
teman-teman sekolahnya, mereka dapat melakukan kegiatan Bersama-sama, mulai
dari mengerjakan tugas, bertukar cerita, pergi bermain dan lain sebagainya.
Namun,
selama pandemi, si anak harus melakukan berbagai aktifitasnya dirumah. Belum
lagi adanya pembatasan diri untuk menghindari kerumunan atau berjaga
jarak (physical distancing) pastinya menambah kejenuhan bagi
setiap anak. Si anak akan merasa tidak memiliki teman belajar, sehingga lama
kelamaan akan muncul rasa malas untuk belajar kembali.
3. Meyakini Bahwa Semua Hal Bisa Ditunda
Begitu pula
saat kita menunda pekerjaan, ada harga yang harus kita bayar lebih mahal. Kita
pun tahu bahwa waktu dalam sehari terbatas. Dalam 24 jam, kita mungkin memiliki
5-6 jam untuk menyelesaikan tugas penting dan sisanya kita bebas melakukan apa
saja.
Nah,
disebabkan lebih banyaknya waktu luang untuk bersantai, kita jadi berpikir
bahwa tugas saat ini bisa digantikan dengan waktu luang nantinya.
Namun sering
kali rencana kita mengerjakan tugas di waktu luang pun mendapatkan halangan.
Dan akhirnya tugas tersebut ditunda lagi untuk keesokan harinya.
Penundaan
seperti ini membuat segalanya menjadi lebih sulit. Maka jika kita memiliki
waktu untu k mengerjakannya sekarang, kerjakan saja!
4. Kurangnya Rasa Tanggung Jawab
urangnya
rasa tanggung jawab cenderung membuat seseorang menjadi tidak disiplin. Namun
ada hal yang paling umum sebagai penyebab seseorang menjadi kurang bertanggung
jawab.
Pertama,
karena sesuatu yang akan di kerjakan terlalu berat. Kedua, karena seseorang
merasa sudah cukup pintar, cukup hebat atau cukup kaya
3. Minimnya
Fasilitas Belajar Dirumah
Pemerintah
memberikan arahan proses belajar mengajar tetap dapat berlangsung dengan cara
daring atau online. Para guru akan memberikan tugas atau materi
melalui sebuah aplikasi yang dapat diakses oleh siswa. Artinya, antara siswa
dan guru harus memiliki fasilitas yang diperlukan seperti Wi-Fi ataupun Kuota
Internet yang tersambung di smartphone.
Namun
perlu diketahui Bersama, tidak semua siswa yang memiliki fasilitas tersebut.
Minimnya ekonomi keluarga juga menjadi faktor dari minimnya fasilitas yang
menunjang proses belajar di rumah. Bahkan tak sedikit, keluarga siswa yang
harus kehilangan penghasilan yang diakibatkan adanya pandemic Covid 19 ini,
sehingga mereka juga harus sangat jeli dalam mengatur pengeluaran keuangan.
Hal-hal seperti inilah yang akhirnya juga berdampak pada semangat belajar
siswa, ketika si anak merasa fasilitas belajar kurang mencukupi maka ia akan
merasakan menemukan kendala dan malas untuk melanjutkan proses belajarnya.
Jika siswa telah mengalami penurunan semangat belajar bahkan hingga stress,
maka akan sangat tidak baik bagi kesehatan si anak. Maka sedari sekarang, si
anak harus diajari untuk menjaga pola belajar dirumah yang sehat, agar tetap
semangat unttuk belajar, menghindari kejenuhan dan menimalisir terjadinya
stress.
Berikut beberapa tips tentang belajar
dirumah yang sehat selama Pandemi Covid 19, yaitu :
1. Tanamkan Motivasi Yang Kuat
Belajar dari rumah memang terkesan menjadi beban bagi
sebagian anak, baik karena alasan jenuh, lebih enak belajar di sekolah atau
lain sebagainya, namun proses belajar dari rumah masih harus dilalui selama
pandemi ini masih belum dinyatakan berakhir.
Agar semangat belajar tetap terus ada, maka setiap
anak harus memiliki motivasi yang kuat, tidak menjadikan aktifitas tersebut
menjadi beban. Siswa dapat diajarkan untuk menamkan fikiran positif “jika ingin
kembali belajar di sekolah, maka saat ini harus bersabar untuk belajar dirumah,
tetap semangat, agar rantai penyebaran virus corona dapat terputus dan wabah
corona segera hilang” atau mungkin dengan motivasi positif lainnya.
2. Mengkondisikan Tempat Belajar yang Aman dan Nyaman
Jika motivasi dalam diri telah kuat, maka si anak
harus dapat menjaga mood belajar tetap membaik. Caranya dengan mengkondisikan
tempat atau suasana belajar yang aman dan nyaman. Suasana yang nyaman dalam
belajar setiap anak bisa saja berbeda, ada sebagian anak yang dapat belajar
harus ditempat yang sunyi dan sepi, namun tak sedikit pula beberapa siswa yang
suka belajar dengan adanya iringan music yang lembut. Semua itu dapat diatur
sesuai kebiasaan belajar si anak.
Suasana yang nyaman juga mencakup tentang kerapihan
dan kebersihan tempat belajar. Usahakan meja belajar dan lingkungan sekitar
selalu bersih, buku-buku dan alat tulis tertata rapi. Karena itu akan sangat
menambah semangat belajar dan menjaga kestabilan mood belajar, apabila meja
belajar selalu berantakan dan ketika ditengah proses belajar sedang membutuhkan
sesuatu yang ternyata tidak mudah ditemukan maka sangat mempengaruhi prose
belajar selanjtunya, akhirnya bisa menghancurkan mood. Apabila mood belajar
telah rusak, maka si anak akan malas unuk melanjutkan belajar.
3. Membuat Jadwal Belajar Harian
Jika si anak merasa jenuh dengan aktifitas yang
monoton selama belajar di rumah, maka si anak dapat disarankan untuk membuat
jadwal belajar harian. Kegiatan yang dijadwalkan bisa menyesuaikan tugas-tugas
yang diberikan oleh guru atau sesuai dengan kemampuan siswa.
Dalam membuat jadwal atau schedule, harus
tetap memperhatikan durasi belajar agar tidak menimbulkan keletihan. Lama waktu
belajar boleh disamakan dengan jam sekolah seperti biasanya, misalnya dimulai
dari jam 08.00 sampai dengan jam 13.00. Dari keseluruhan waktu tersebut, masih
harus dibagi lagi dengan berbagai kegiatan, termasuk juga menyelipkan waktu
istirahat.
Contoh Jadwal Belajar
08.00 – 09.00 : Matematika
09.00 – 10.00 : Bahasa Indonesia
10.00 – 10.30 : Istirahat
10.30 – 11.30 : Seni
11.30 – 12.30 : Agama
Dan seterusnya
Dengan adanya jadwal seperti ini, selain siswa dapat
belajar secara fokus, siswa juga memiliki kegiatan beragam dalam satu hari dan
pastinya berinovasi setiap harinya. Sehingga siswa tidak akan menemukan
aktifitas yang menjenuhkan atau monoton.
4. Jangan Malu Bertanya
Selama melakukan proses belajar, tidak menuntut
kemungkinan siswa akan mendapati kesulitas tentang tugas atau materi yang
sedang dikerjakan. Jika di sekolah siswa akan melakukan tukar fikiran kepada
rekannya atau bertanya pad gurunya, maka selama dirumah siswa juga diharapkan
tetap aktif berkomunikasi dengan guru dan rekan sekolah melalui alat
komunikasi. Atau siswa jika dapat meminta bantuan kepada keluarga yang dirasa
mampu untuk membantunya. Sehingga, proses belajar si anak dirumah dapat tetap
berjalan dengan baik.
Kesulitan yang dialami si anak dalam menyelesaikan
tugas atau memahami sebuah materi seringkali juga memicu rusaknya mood belajar.
Ketika mereka menemukan kendala yang terselesaikan, seringkali membuat si anak
menyerah dan malas untuk kembali belajar. Bahkan tak sedikit pula yang merasa
stress akibat tugas yang susah dikerjakan. Hal ini akan sangat berdampak pada
kesehatan mental siswa.
Untuk itu, siswa diharapkan tidak malu untuk bertanya
kepada orang yang dianggapnya mampu memecahkan kesulitan yang dihadapi. Atau
siswa juga dapat berinovasi mencari media-media yang dapat digunakan untuknya
belajar, misalnya mencari referensi-referensi tugas di internet dan lain
sebagainya.
5. Tetap Menjaga Kesehatan Selama Belajar
Runtutan tugas yang semakin hari semakin banyak,
terkadang membuat si anak harus belajar lebih ekstra dengan melebihi waktu atau
jadwal yang telah dibuat. Demi mengejar dateline terkadang
siswa juga mengabaikan waktu istirahat selama belajar.
Padahal siswa juga harus tetap menjaga kesehatan
selama belajar dirumah, dengan cara mengatur pola duduk yang benar saat menulis
atau membaca, sering melakukan senam peragangan sederhana disela-sela belajar
agar tidak mengalami kram pada bagian anggota tubuh.
Selain itu, rutin minum air putih agar tidak dehidrasi
juga penting dilakukan. Si anak juga diperbolehkan untuk mengkonsumsi jajanan
ringan atau camilan selama belajar. Hal ini sangat membantu dalam menjaga
konsentrasi si anak.
Sobat sehat, semua ini memang harus kita hadapi. Semua
demi kebaikan dan kesehatan bersama. Pemerintah telah berupaya untuk membuat
kebijakan dalam memutus rantai penyebaran virus corona di Indonesia, maka
sebagai masyarakat yang patuh kita harus saling bergotong royong melawan virus
corona dengan cara mendukung dan mengikuti anjuran. Tetap jaga kesehatan dan di
rumah saja. (Humas)
·
Ada tips yang bisa kamu lakukan
untuk melawan hal tersebut. Tips ini juga bisa dipakai untuk tugas-tugasmu
lainnya juga yang dikerjakan secara “online”.
1.
Kondisikan
Seperti di Sekolah atau Kampus
Kondisikan suasana belajar seperti disekolah atau kampus. Tegas
terhadap diri sendiri. Untuk belajar, kamu bisa pilih waktu yang tepat serta tempat
yang nyaman. Sehingga kamu bisa mengerjakan dengan baik. Usahakan kamu tetap
bagun pagi dan mandi pagi. Karena jika tidak mandi akan berpengaruh pada mood
kamu untuk belajar.
2.
Jaga
Manajemen Waktu
Atur waktu belajar dengan teratur. Kerjakan dengan fokus tugas
yang dibebankan guru atau dosen.
Bagi orang-orang yang belum terbiasa belajar mandiri, biasanya
akan mengerjakan tugas-tugas sekolah atau kuliah di menit-menit terakhir
tenggat waktu yang ditetapkan. Oleh sebab itu, membiasakan diri untuk belajar
dan mengerjakan tugas di awal waktu adalah keterampilan yang mesti ditanamkan
kepada siswa yang melakukan remote learning.
3.
Belajar
dengan Serius
Kesalahan yang sering dilakukan siswa, sebagaimana dilansir
dari Psychology Today adalah tidak fokus ketika
melakukan remote learning.
Selama melakukan pembelajaran di rumah, terdapat banyak sekali
‘gangguan’ yang mengganggu proses pembelajaran. Godaan untuk menonton video,
mengakses media sosial, hingga membaca-baca konten berita.
Oleh sebab itu, penting bagi siswa untuk berusaha fokus dan
konsisten selama waktu belajar yang ditetapkan. Hindari segala macam gangguan.
Jika memungkinkan, sediakan ruang khusus untuk belajar dan menjauhkan diri dari
gangguan anggota keluarga yang lain.
4.
Diskusi
Belajar di rumah itu perlu diskusi agar mendapatkan apa yang
dicari. Diskusi bersama teman-teman secara online. Baik dari chat hingga video call. Selain itu
berdiskusi juga dapat menghilangkan rasa bosan.
Berikut tips-tips lain membuat
suasana belajar dari rumah tetap menyenangkan
1.
Sediakan
tempat yang nyaman untuk belajar
Lihat Foto Banyak orang
jadi kreatif menyulap ruangan di rumah jadi meja kerja selama kebijakan work
from home.(CNN) Banyak dari kita memilih belajar sambil rebahan di kasur.
Rebahan di kasur memang nyaman, tetapi nyaman untuk beristirahat. Belajar
sambil rebahan di kasur bisa membuat badan pegal dan konsentrasimu buyar. Kamu
juga bisa malah tertidur saat belajar sambil rebahan. Pilihlah tempat duduk
untuk belajar. Usahakan tempat duduk memiliki sandaran dan busa yang nyaman
untuk duduk. Selain itu, sediakan meja yang posisinya tak terlalu rendah dan
tinggi dari posisi dudukmu.
2. Sediakan alat-alat yang digunakan
untuk belajar
Jika kamu terbiasa
meminjam alat-alat untuk belajar kepada teman, saat ini siapkanlah sendiri
alat-alat tersebut. Alat-alat yang mendukung belajar bisa membuatmu mudah untuk
belajar. Jangan sampai alat-alat untuk belajar ini tak kamu perhatikan sehingga
bisa mengganggumu saat belajar.
3.
Pastikan
koneksi internet baik
Untuk menyiapkan segala
materi pembelajaranmu, hal lain yang mesti diperhatikan saat belajar dari rumah
adalah koneksi internet. Koneksi internet yang baik akan memudahkanmu untuk
tetap terhubung dengan guru maupun dosen saat belajar dari rumah. Kamu tak
harus memasang jaringan internet di rumahmu. Kamu bisa menggunakan jaringan
internet lewat handphonemu. Pastikan juga provider teleponmu menjangkau daerah
tempat tinggalmu.
4.
Sediakan
camilan
Kegiatan belajar tentunya akan membuat tenaga
terkuras. Meskipun secara fisik tak banyak bergerak, tetapi belajar menguras
tenaga karena berpikir. Supaya tetap semangat dan tak lelah saat belajar,
sediakanlah camilan secukupnya. Siapkan camilan seperti kacang-kacangan,
buah-buahan, dan camilan berkalori tinggi lainnya.
5.
Jauhkan
benda yang membuatmu kurang fokus
Belajar di rumah pasti
tak akan luput dari gangguan-gangguan yang membuatmu kurang fokus. Gangguan
bisa datang dari televisi, mainan, maupun smartphone. Rumah memang sejatinya
adalah tempat untuk tenang dan beristirahat sehingga bisa mengganggumu untuk
fokus belajar. Saat ini, kurangilah akses ke kegiatan-kegiatan yang bisa
mengganggumu belajar di rumah.
6.
Pastikan
ruanganmu punya pencahayaan maksimal
Supaya mata dan
kepalamu tak pusing, perhatikan pencahayaan di tempatmu belajar. Jangan sampai
ruanganmu minim pencahayaan karena bisa membuat matamu rusak dan kepalamu
pusing. Selain itu, belajar di tempat yang redup atau cenderung gelap akan
membuatmu malas. Matamu akan bekerja keras untuk melihat sehingga lama kelamaan
akan membuat mata cepat letih dan mengantuk lebih cepat.