Saturday, September 30, 2023

1.3 KONEKSI ANTAR MATERI (REFLEKSI DAN PEMAHAMAN KETERKAITAN MODUL 1.1, MODUL 1.2 DAN MODUL 1.3)

 Peran pendidik adalah menuntun murid dalam mengembangkan potensi terbaik untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Menuntun disesuaikan dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Pendidik harus mengusahakan sekolah menjadi lingkungan yang menyenangkan, menjaga, dan melindungi murid dari hal-hal tidak baik. Menggunakan sistem among, menerapkan trilogi pendidikan yakni Ing Ngarso Song Tuludho, Ing Madyo Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani. Dengan demikian karakter murid dapat tumbuh dengan baik. Murid akan mampu menerima dan menyerap suatu pembelajaran bila lingkungan di sekelilingnya memiliki rasa aman dan nyaman. 

Peran pendidik dalam pembelajaran antara lain yaitu sebagai Pendorong kolaborasi, mewujudkan kepemimpinan murid, coach bagi guru lain, penggerak komunitas, pemimpin pembelajaran, Selain peran ada juga nilai guru penggerak antara lain: berpihak pada murid, inovatif, kolaboratif, mandiri, reflektif

Inkuiri apresiatif adalah sebuah paradigma sekaligus model manajemen perubahan yang memegang prinsip psikologi dan pendidikan positif serta pendekatan berbasis kekuatan. Pendekatan ini berfokus pada kekuatan dan nilai-nilai positif yang dimiliki oleh suatu organisasi, dalam hal ini sekolah dan warganya untuk dapat terus melakukan perubahan dan perbaikan kualitas. 

Pemikiran Ki Hajar Dewantara, Nilai dan Peran Guru penggerak serta Inkuri Apresiatif mempunyai peran yang sangat erat dalam menumbuhkan profil pelajar Pancasila.Dengan memiliki visi dan peran sebagai guru penggerak di atas, seorang guru diharapkan dapat mewujudkan filosofi pendidikan Ki hajar Dewantara tersebut, yakni mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya bagi murid. Dengan kata lain nilai-nilai dan peran guru penggerak akan mendorong terwujudnya kemerdekaan anak dalam belajar serta mewujudkan kebahagiaan dan kebahagiaan setinggi-tingginya. Seorang guru yang berpihak pada murid akan selalu berusaha berinovasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, berkolaborasi dengan berbagai pihak, mandiri dalam menjalankan tugas serta selalu berusaha merefleksikan kegiatan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas kegiatan yang telah dilakukan.

Tidak kala pentingnya dengan nilai guru penggerak, peran guru penggerak juga dibutuhkan untuk menumbuhkan profil pelajar Pancasila bagi anak. Dengan nilai dan peran guru penggerak, seorang guru diharapkan mempunyai visi dimana visi tersebut dapat mewujudkan profil pelajar Pancasila dan mewujudkan kemerdekaan belajar bagi anak.

 Profil Pelajar Pancasila adalah berarti pelajar sepanjang hayat yang kompeten dan memiliki karakter sesuai nilai-nilai Pancasila . Karakter yang harus dimiliki o dan ditanamkan dalam setiap murid yaitu : Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia, Bernalar Kritis, Mandiri, Berkebinekaan Global, Berotong Royong, Kreatif. Profil pelajar pancasil ini bisa kita tanamkan kepada siswa melalui berbagai kegiatan, bisa di dalam kelas ketika pembelajaran, bisa diuar kelas dan juga bisa melalui kegiatan - kegiatan sekolah seperti ekstrakurikuler.

 Untuk mewujudkan visI tersebut secara terencana, diperlukan sebuah pendekatan atau rancangan yang disebut dengan Inkuiri Apresiatif (IA). Dengan Inkuiri Apresiatif (IA) seseorang atau lembaga berusaha untuk mewujudkan sebuah visi atau prakarsa perubahan dengan memanfaatkan nilai-nilai positif yang sudah ada. Nilai-nilai tersebut dapat berupa, kekuatan, kelebihan, maupun potensi yang dimiliki oleh orang atau Lembaga itu sendiri.

 Inkuiri apresiatif dapat dimulai dengan mengidentifikasi hal hal positif / hal baik yang ada di sekolah serta mencari cara bagaimana hal tersebut dapat dipertahankan dan memunculkan strategi / prakarsa untuk mewujudkan perubahan ke arah yang lebih baik. Prakarsa atau perubahan tersebut dapat di tuangkan dalam kanvas BAGJA( Buat Pertanyaan, Ambil pelajaran, Gali Mimpi, Jabarkan Rencana, Atur eksekusi)

Jadi profil pelajar Pancasila akan bisa ditumbuhkan jika pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang kebahagiaan anak setinggi-tingginya dapat diwujudkan dengan penerapan nilai dan peran guru penggerak menggunakan pendekatan Inkuiri Apresiatif yang berfokus pada kelebihan dan kekuatan yang dimiliki oleh sebuah lembaga / sekolah.

https://youtu.be/EXxJNanSLcY 

IMAJIKU MURID DI MASA DEPAN

 

Saya bercita-cita agar murid saya sebagai berikut:

  • Murid saya adalah murid yang memiliki kesadaran yang utuh tentang keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME, rajin beribadah, berdoa, dan selalu beraktivitas dengan penuh keyakinan dan keikhlasan.
  •  Murid saya adalah murid yang berkebhinekaan global, memiliki wawasan dan ilmu pengetahuan yang luas, dapat mengakses berbagai sumber ilmu pengetahuan dunia, membuka diri terhadap perkembangan dunia internasional, serta bisa berkomunikasi dan berinteraksi dengan keberagaman budaya.
  • Murid saya adalah murid yang mampu bergotong royong, dapat bekerja dan berkolaborasi dalam tim, serta suka membantu sesama.
  •  Murid saya adalah murid yang mandiri. Mereka mampu mengambil keputusan yang terbaik bagi dirinya, serta bertanggung jawab atas pilihannya tersebut untuk masa depan dirinya.
  • Murid saya adalah murid yang bernalar kritis, memiliki daya pikir  dan analisis yang sangat baik dalam memproses suatu informasi dan menggunakan informasi tersebut sesuai kebutuhannya.
  •  Murid saya adalah murid yang kreatif, mampu memecahkan berbagai permasalahan, menjadi sumber solusi dan dampak yang bermanfaat baik bagi dirinya maupun orang lain.
  •  murid saya akan menjadi insan pembelajar yang senantiasa terus menerus mengaktualisasi dan mengembangkan dirinya, terus melakukan perbaikan diri dan melakukan perubahan kearah yang positif untuk keadaan sekitarnya.
  • Murid saya adalah murid yang hebat, berempati mampu berbagi dengan sekitarmya peduli dengan sesama

Wednesday, September 13, 2023

GAMBARAN GURU PENGGERAK DI MASA DEPAN

 Gambaran guru di masa depan yang menggambarkan nilai-nilai Guru Penggerak (berpihak pada murid, mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif) setelah memiliki peran sebagai Guru Penggerak selama 3 tahun. Sebelum menggambarkan diri sebagai guru masa depan mari kita kupas kembali mengenai nilai dan peran guru penggerak sebagi beikut: 

Nilai nilai Guru penggerak : 

1. Berpihak pada murid :  Guru Penggerak untuk selalu bergerak dengan mengutamakan kepentingan murid, menuntu laku anak berbudi luhur dengan menghamba pada anak dan sesuai dengan kodrat anak); 

2. Mandiri : guru penggerak menjadi pembelajar sepanjang hayat, makin ahli dan makin menguasai dalam memajukan murid, memiliki daya lenting terhadap perubahan sesuai dengan perkembangan zaman)

3. Reflektif  Guru Penggerak selalu merefleksi diri, menyadari persaingan yang semakin ketat, menerima saran dan kritik dari orang untuk  memrbaiki  diri menjadi lebih baik demi keamjuan murid); 4. Kolaboratif : Guru Penggerak menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dengan saling percaya dan saling mendukung demi kemajuan anak

4.  Inovatif : Guru Penggerak terus berinovasi dengan memunculkan gagasan atau ide ide baru, memiliki daya lentur  untuk transformasi Pendidikan

Nilai-Nilai Guru Penggerak akan menguatkan peran guru penggerak diantaranya 

1. Menjadi Pemimpin Pembelajaran : pemimpin yang berorientasi pada sebesar-besarnya kepentingan tumbuh, kembang, dan mekarnya murid (flourish), menjalankan prinsip among (ing ngarso sing tulodho, ing madya mangun karsa, tut wuru handayani); 

2. Menjadi Coach Bagi Guru Lain : menemani dan menuntun rekan sejawatnya itu untuk menelaah proses belajar mereka sendiri

3. Mendorong kolaborasi : bekerja bersama untuk mencapai suatu tujuan membuka lebih banyak ruang dialog positif antar guru, antara guru dan pemangku kepentingan baik di dalam maupun di luar sekolah demi meningkatkan kualitas pembelajaran bagi murid

4. Mewujudkan Kepemimpinan Murid (Student Agency)  : meramu pengalaman belajar sedemikian rupa sehingga murid merasa kompeten, mandiri, dicintai, dan memiliki kepercayaan diri serta determinasi untuk mencapai segala yang mereka impikan. Guru Penggerak senantiasa memampukan diri untuk menuntun murid di sekolahnya agar murid mereka sadar bahwa sebagai murid di saat ini, mereka juga adalah wajah Indonesia di masa depan, sehingga mereka berdaya dan turut aktif berkontribusi pada makin indahnya dunia di masa depan sejak sekarang

5. Menggerakkan Komunitas Praktisi  : mengambil peran untuk menggerakkan komunitas praktisi di sekolah dan di wilayahnya , menumbuhkan budaya belajar kolaboratif atau komunitas belajar profesional bersama para rekan guru di sekolah maupun wilayahnya, terjadinya dialog akademik, percakapan profesional, perencanaan strategis, diskusi teknis secara kolaboratif, terkait dengan upaya peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus membuahkan inovasi pembelajaran (cara baru atau cara pandang baru) yang berdampak positif bagi murid.

Sedangkan gambaran diri saya sebagai guru di masa depan dapat di lnk berikut

https://youtu.be/ezm9eFp2uvA

Thursday, September 7, 2023

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 1.1 "FILOSOFI PEMIKIRAN PENDIDIKAN NASIONAL KI HAJAR DEWANTARA"


Jurnal refleksi Dwi Mingguan adalah sebuah tulisan tentang refleksi diri setelah mengikuti sebuah kegiatan pelatihan (upgrading skill) yang ditulis secara rutin setiap dua mingguan. Jurnal dwi mingguan merupakan salah satu tugas yang harus dibuat oleh setiap calon guru penggerak. Dan ini  menjadi kewajiban yang harus dilakukan oleh para CGP (Calon Guru Penggerak) untuk membuatnya. Jurnal Refleksi ini merupakan ungkapan perasaan yang dialami oleh CGP. 

berikut adalah link jurnal refleksi modul 1.1 yaitu filosofi pemikiran pendidikan nasional Ki Hajar Dewantara

https://publuu.com/flip-book/232104/554197






1.3 KONEKSI ANTAR MATERI (REFLEKSI DAN PEMAHAMAN KETERKAITAN MODUL 1.1, MODUL 1.2 DAN MODUL 1.3)

  Peran pendidik adalah menuntun murid dalam mengembangkan potensi terbaik untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya bai...