Friday, August 27, 2021

#dirumahsaja #stayhealthy #bighugandhwaiting

                                               HIKMAH PANDEMI COVID -19 

                                                (Kelas VIII)

                                                          


Mendikbud mengatakan dengan adanya wabah Covid-19 ini kita bisa memetik hikmah bahwa untuk melakukan pembelajaran bisa terjadi di manapun. Seperti saat ini para guru bisa melakukan pembelajaran melalui daring/online dengan menggunakan tools/perangkat baru. 

Hikmah bisa dipetik dari wabah ini, Mendikbud melanjutkan yakni bisa membangunkan kesadaran bagi orang tua bahwa tugas guru itu sangat sulit. Sehingga dengan kejadian ini akan menumbuhkan rasa empati orang tua kepada guru. "Guru, siswa dan orang tua sekarang menyadari bahwa pendidikan itu bukan suatu yang hanya bisa dilakukan di sekolah saja," katanya.

Di samping itu, melalui krisis Covid-19, Mendikbud juga menyampaikan agar masyarakat dapat memetik hikmah tentang betapa pentingnya kesehatan dan kebersihan serta pentingnya norma-norma kemanusiaan di dalam masyarakat. “Timbulnya empati, timbulnya solidaritas di tengah masyarakat kita pada saat pandemi Covid-19 ini merupakan suatu pembelajaran yang harus kita kembangkan. Bukan hanya di masa krisis ini, tetapi juga di saat krisis ini telah berlalu,” terangnya.

Untuk itu, agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik di masa depan, Mendikbud mengajak kepada seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk selalu berinovasi di tengah pandemi Covid-19. “Belajar memang tidak selalu mudah, tetapi inilah saatnya kita berinovasi. Saatnya kita melakukan berbagai eksperimen. Inilah saatnya kita mendengarkan hati nurani dan belajar dari Covid-19,” ajak Mendikbud Nadiem

Di balik masalah dan keluhan tersebut, ternyata juga terdapat berbagai hikmah bagi pendidikan di Indonesia. Diantaranya, siswa maupun guru dapat menguasai teknologi untuk menunjang pembelajaran secara online ini. Di era disrupsi teknologi yang semakin canggih ini, guru maupun siswa dituntut agar memiliki kemampuan dalam bidang teknologi pembelajaran. Penguasaan siswa maupun guru terhadap teknologi pembelajaran yang sangat bervariasi, menjadi tantangan tersendiri bagi mereka. Dengan adanya kebijakan Work From Home (WFH), maka mampu memaksa dan mempercepat mereka untuk menguasai teknologi pembelajaran secara digital sebagai suatu kebutuhan bagi mereka. Tuntutan kebutuhan tersebut, membuat mereka dapat mengetahui media online yang dapat menunjang sebagai pengganti pembelajaran di kelas secara langsung, tanpa mengurangi kualitas materi pembelajaran dan target pencapaian dalam pembelajaran.

Berbagai media pembelajaran jarak jauh pun dicoba dan digunakan. Sarana yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran online antara lain, e-learning, aplikasi zoomgoogle classroomyoutube, maupun media sosial whatsapp. Sarana-sarana tersebut dapat digunakan secara maksimal, sebagai media dalam melangsungkan pembelajaran seperti di kelas. Dengan menggunakan media online tersebut, maka secara tidak langsung kemampuan menggunakan serta mengakses teknologi semakin dikuasai oleh siswa maupun guru.

Penggunaan teknologi dalam menyelesaikan tugas pada siswa, juga dapat menimbulkan kreativitas dikalangan siswa dalam mengembangkan pengetahuan yang telah mereka miliki. Dengan metode pembelajaran yang bervariasi dari guru, mereka dapat menciptakan suatu produk pembelajaran kreatif yang dapat mengembangkan pemikiran melalui analisis mereka sendiri, tanpa keluar dari pokok bahasan materi yang telah disampaikan oleh guru.

Adanya pandemi covid-19 juga memberikan hikmah yang lainnya. Pembelajaran yang dilakukan di rumah, dapat membuat orang tua lebih mudah dalam memonitoring atau mengawasi terhadap perkembangan belajar anak secara langsung. Orang tua lebih mudah dalam membimbing dan mengawasi belajar anak dirumah. Hal tersebut akan menimbulkan komunikasi yang lebih intensif dan akan menimbulkan hubungan kedekatan yang lebih erat antara anak dan orang tua. Orang tua dapat melakukan pembimbingan secara langsung kepada anak mengenai materi pembelajaran yang belum dimengerti oleh anak. Dimana sebenarnya orang tua adalah institusi pertama dalam pendidikan anak. Dalam kegiatan pembelajaran secara online yang diberikan oleh guru, maka orang tua dapat memantau sejauh mana kompetensi dan kemampuan anaknya. Kemudian ketidakjelasan dari materi yang diberikan oleh guru, membuat komunikasi antara orang tua dengan anak semakin terjalin dengan baik. Orang tua dapat membantu kesulitan materi yang dihadapi anak.

Hikmah selanjutnya yaitu penggunaan media seperti handphone atau gadget, dapat dikontrol untuk kebutuhan belajar anak. Peran orang tua semakin diperlukan dalam melakukan pengawasan terhadap penggunaan gadget. Hal tersebut memberikan dampak yang positif bagi anak, dalam memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat. Anak cenderung akan menggunakan handphone untuk mengakses berbagai sumber pembelajaran dari tugas yang diberikan oleh guru. Sehingga akan membuat anak menghindari penggunaan gadget pada hal-hal kurang bermanfaat atau negatif.


#dirumahsaja #stayhealthy #bighugandhwaiting

PROKASTINASI

(IX)

Apa sih prokrastinasi itu?

Pas kita menunda untuk melakukan atau mengerjakan sesuatu, sebenarnya ada gap nih antara niat dan tindakan kita.Kadang pas bangun tidur kita udah nge-list hal apa aja yang mau dikerjain. Tapi, karena beberapa alasan, kita lebih memilih buat nunda aja dulu. Biasanya salah satu alasan yang sering muncul itu karena ada hal lain yang dirasa jauh lebih menyenangkan.Nah, kebiasaan ini nih yang disebut dengan prokrastinasi.

Poin penting dari prokrastinasi adalah adanya respon yang aktif untuk menunda sesuatu, atau bisa dibilang sebenarnya ini perilaku yang dilakukan secara sadar. Jadi, prokrastinasi ini bukan perilaku yang berasal dari alam bawah sadarmu.

Kamu sadar ketika memilih untuk menunda mengerjakan tugas, bahkan kamu juga menyadari kalau nunda-nunda ini gak baik. Ada beberapa alasan kenapa kita suka banget nunda kerjaan.

Prokrastinasi Meskipun udah sadar kalau prokrastinasi ini merugikan, tapi ya karena ngerasa ini gaya hidup, jadi lanjut aja terus.Bagi prokrastinator, sebutan untuk orang yang suka menunda pekerjaan, prokrastinasi ini gak hanya berlaku untuk tugas atau kerjaan aja. Tapi, prokrastinasi ini juga terjadi di semua aspek kehidupannya.

Misalnya, bayar tagihan gak tepat waktu, atau kehabisan tiket nonton konser karna nunda belinya.

Otak kita ini memang terbiasa untuk fokus sama “tanggal deadline”-nya aja sih. Balik lagi, kalau masih jauh, ya kenapa harus sekarang?

2. Prokrastinasi itu bukan sifat bawaan

Sebagian orang ngerasa kalau prokrastinasi ini mungkin bawaan dari lahir. Mereka menyadari kalau perilaku ini udah mendarah-daging sejak mereka masih kecil. Tapi, ternyata prokrastinasi ini bukan sifat bawaan.  prokrastinasi ini adalah hasil dari pola asuh otoriter. Memiliki orang tua yang keras dan selalu mengontrol, membuat anak-anak kesulitan untuk ngembangin kemampuan mengatur diri sendiri.

Bahkan, prokrastinasi ini bisa jadi sebagai bentuk dari pemberontakan sang anak terhadap pola asuh orang tua.

Itulah kenapa, prokrastinasi ini bukan perilaku yang dibawa sejak lahir. Tapi, mungkin prokrastinasi ini adalah salah satu hasil dari pola asuh orang tua.

3. Ngebohongin diri sendiri

Prokrastinator itu jago banget ngebohongin diri sendiri.

“Aku lebih baik ngerjain ini besok aja”

“Aku bakal lebih lancar ngerjainnya kalau udah deket deadline”

Bener gak sih? Makin dekat dengan deadline, ngerjainnya makin lancar? Atau makin dekat dengan deadline, kita makin kreatif?

Faktanya gak gitu loh, Perseners. Itu hanya gimana kamu ngerasainnya aja. Hal yang sebenarnya terjadi adalah kita udah menyia-nyiakan waktu dan sumber daya diri kita untuk nyelesain tugas dengan maksimal.

Coba deh buktiin, tugas yang dilakukan jauh sebelum deadline pasti akan lebih maksimal hasilnya, dibandingkan dengan tugas yang dibuat terburu-buru.

Gak mau kan terus-terusan ngebohongin diri sendiri? Habis ngebohongin diri, terus kita ngerasa bersalah karena hasilnya gak maksimal.

 

Nah, jadi gimana ya cara menghilangkan kebiasaan ini?

1. Ayo ubah cara pandangmu!

    Mungkin sekarang kamu lebih suka buat ngelakuin hal yang lebih menyenangkan, dibandingkan ngerjain tugas yang sulit dan bikin pusing.

Tapi, kamu sadar gak sih sama efek dari nunda ngerjain tugas ini? Kayak yang aku bilang tadi, nunda tugas bikin hasilnya jadi gak maksimal, terus kamu bakal ngerasa bersalah.

Nah, sekarang coba kamu ubah cara pandangmu itu. Fokuslah pada mengapa kamu mengerjakan tugas ini? Apa manfaat menyelesaikannya?

    Sebagai contoh, kamu berniat untuk ngeberesin lemari, tapi setiap hari selalu nunda ngerjainnya. Kamu mikir males banget nyusun-nyusunnya lagi atau pake alasan belum ada mood.

Daripada mikir gitu, coba mindsetnya diubah. Kalau kamu beresin sekarang, baju-baju kamu bakalan cepat tersusun rapi. Terus kamu juga jadi enak untuk milih baju yang mau dipakai, bajunya pun gak kusut.

Selain itu, kalau ada baju yang masih bagus tapi udah gak kepake, kamu bisa donasikan ke orang yang membutuhkan.

See? Selain baju kamu rapi, bisa beramal juga. Kayak kata pepatah: sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui.

Nah, kamu bisa mengubah cara pandangmu ke manfaat apa yang akan kamu dapatin pas selesai ngerjain tugas tersebut. Mengubah cara pandang ini, bisa bikin kamu lebih semangat pas mau ngerjain tugas itu.

2. Fokus pada kenyataannya!

    Jangan ngebohongin diri kamu sendiri! Ngebuat jadwal yang ujung-ujungnya akan kamu langgar, juga sama aja kayak ngebohongin diri sendiri.

Jadi, pas kamu mau bikin jadwal untuk kegiatan, kamu harus pastiin dulu kalau kamu mampu untuk memenuhi jadwal tersebut.

    Misalnya, kamu berniat untuk lari pagi, tapi kamu tuh sebenarnya susah banget bangun pagi. Kalau gitu, jangan bikin jadwal lari di pagi hari, kamu bisa melakukannya sore-sore.

Melatih diri kamu untuk komitmen sama jadwal yang udah kamu bikin, adalah salah satu cara biar kamu bisa lepas dari prokrastinasi.

Kamu juga jadi lebih menghargai diri sendiri, loh!

3. Perkecil tugasmu!

    Aku tau, pasti males banget ngeliat tugas yang numpuk dan banyak banget. Bikin kita lebih memilih buat nunda-nunda ngerjain tugasnya. Iya kan?

Nah, gimana kalau kita potong-potong tugas itu jadi lebih kecil?

Misalnya, kamu ada tugas buat nulis. Mungkin hari ini, kamu belum kebayang nih mau nulis apa. Terus kamu bikin jadwal untuk diri kamu sendiri.

Hari ini harus udah mulai bikin kerangka atau outline-nya. Besok mulai cari bahan-bahannya, sampe akhirnya kamu berkomitmen untuk mulai menulis.

Membagi tugas kayak gini bisa ngebantu kamu biar gak ngerasa lelah ngeliat tugas yang berat dan bikin kamu lebih berdaya. Cobain deh!

4. Jangan banyak alasan!

“Tunggu mood ah, baru kerjain”

“Duh, otakku lebih lancar kalau udah deket deadline”

“Ah, masih bisa aku kerjain besok”

Hayo… siapa yang sering ngomong kayak gini?

Mulai hari ini, STOP pikiran tersebut yuk!

Pikiran-pikiran ini, adalah bentuk kamu ngebohongin diri sendiri. Emang sih kalau ngerjain tugas pas mood kita lagi bagus, tuh enak banget.

    Tapi, gimana kalau sampai hari H, mood kamu gak bagus-bagus? Kamu ngerjain tugas di tengah tekanan waktu, dan mood yang jelek. Bisa bayangin hasilnya gimana?

    Mulailah kerjakan tugas, walaupun sedikit. Ini akan jauh lebih baik buat diri kamu sendiri.Tidak Produktif dan Menunda Pekerjaan (Cara Stop Menunda Pekerjaan)


5. Apresiasi diri sendiri itu penting!

    Wah! Kalau kamu udah berhasil ngendaliin diri kamu sendiri, dan berkomitmen untuk gak nunda-nunda ngerjain tugas, jangan lupa untuk mengapresiasi diri kamu sendiri.

Apresiasi bisa dilakukan dengan hal yang sederhana aja. Misalnya, kamu punya list film yang mau kamu tonton, nah kamu bisa menargetkan, kalau selesai ngerjain tugas A kamu bisa nonton film B. Atau kamu selesai beresin kamar, kamu bisa beli Boba Brown Sugar kesukaanmu.

Kalau kita mengapresiasi diri sendiri, bisa bikin kita lebih semangat buat nyelesaiin tugas dan gak nunda-nunda lagi.

Jadi, mau sampe kapanpun kamu nunda ngerjain sesuatu, pada akhirnya mau gak mau tugas tersebut tetap harus kamu selesaiin.

Aku tau sih, buat ngilangin kebiasaan ini tuh gak mudah. Pasti banyak godaan di tengah jalan. Tapi coba aja dulu pelan-pelan. Pasti bisa!

Kamu coba dari ngerjain tugas jauh sebelum deadline-nya, dicicil sedikit demi sedikit. Aku yakin kamu bakal ngerasain bedanya, baik di prosesnya ataupun hasilnya.

Tapi, kalau ternyata kamu udah coba dan tetep gagal, bisa jadi ada hal lain yang menganggu proses kamu. Mungkin kamu perlu ngobrol sama orang yang bisa bantu kamu untuk nyelesaiin masalah itu. 

Sumber : 

Slamet, dkk 2016, Materi Layanan Klasikal Bimbingan dan Konseling untuk SMP-MTs kelas 9 bidang pribadi , Yogyakarta, Paramitra Publishing

Friday, August 20, 2021

#dirumahsaja #stayhealthyandkeepproductive #bighugandhwaiting💪

 NEW NORMAL DI MASA PANDEMI COVID - 19

New normal adalah perubahan perilaku atau kebiasaan untuk tetap menjalankan aktivitas seperti biasa namun dengan selalu menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19. Himbauan dari pemerintah ini menganjurkan agar kita bisa hidup “berdampingan” dengan virus yang telah menelan ratusan ribu jiwa di seluruh dunia.

Sejak pandemi COVID-19 muncul, hampir semua orang mengalami kendala untuk menjalani kehidupan normal akibat pembatasan yang perlu dilakukan untuk mencegah penularan virus Corona.

Namun, dengan usainya pembatasan tersebut, pemerintah menganjurkan kita untuk mulai melakukan kegiatan seperti biasa, tentunya sambil mematuhi protokol pencegahan COVID-19.

Hal ini mendorong kita untuk lebih gencar dalam menerapkan langkah pencegahan dasar COVID-19, seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau dengan hand sanitizer, tidak menyentuh wajah dengan tangan yang belum dicuci, menerapkan physical distancing, serta engenakan masker dalam setiap aktivitas, terutama di tempat umum.

Cara Beraktivitas selama New Normal

Berikut adalah hal-hal penting yang perlu kamu ketahui untuk menghadapi new normal:

1. Saat harus keluar rumah dan kembali lagi ke rumah

Penerapan new normal akan membuat kita lebih longgar untuk keluar rumah. Namun, mengingat pandemi COVID-19 masih berlangsung, kita harus tetap menerapkan langkah pencegahan dasar kapan pun dan di mana pun kita berada.

Selain itu, jangan memaksakan diri untuk keluar rumah saat sedang tidak fit. Bila keperluan sudah selesai, segera kembali ke rumah. Sesampainya di rumah, langsung lakukan beberapa hal berikut:

  • Buka alas kaki sebelum masuk ke dalam rumah.
  • Semprotkan disinfektan pada alas kaki maupun peralatan yang kamu gunakan.
  • Cuci tangan dengan air dan sabun.
  • Lepaskan pakaian yang dikenakan dan segera masukkan ke dalam tempat cucian yang tertutup.
  • Mandi dan berganti pakaian bersih sebelum bersantai atau berkumpul dengan keluarga.

2. Sewaktu menggunakan transportasi umum

Bila kamu harus bepergian ke suatu tempat dan menggunakan transportasi umum, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan selain menerapkan langkah pencegahan dasar.

Untuk memudahkanmu dalam menjaga kebersihan tangan, bawalah selalu hand sanitizer. Jangan menyentuh wajah dengan tangan yang belum dibersihkan. Selain itu, pastikan kamu membawa botol minum agar tetap terhidrasi selama perjalanan.

Yang paling penting untuk diingat selama berada di dalam transportasi umum adalah mengurangi interaksi dan menjaga jarak setidaknya 1 meter dengan penumpang lain. Bila hal ini tidak memungkinkan, sebaiknya jangan menggunakan transportasi umum.

1.   Ketika berbelanja

Bila kamu harus berbelanja membeli bahan makanan, kemungkinan kamu akan bertemu dengan banyak orang. Ingat, selalu terapkan physical distancing, ya.Batasi menyentuh barang-barang di toko maupun di tempat umum. Setelah menyentuh barang-barang tersebut, jangan menyentuh wajah atau barang-barang pribadi, misalnya tas dan handphone, sebelum mencuci tangan. Tujuannya adalah untuk mengurangi risiko terkontaminasi virus Corona. Selain itu, usahakan untuk tidak berlama-lama saat belanja. Catat barang-barang apa saja yang perlu dibeli dan langsung ke kasir ketika semua sudah Anda dapatkan.

Hal ini pun berlaku bila kamu dan keluarga makan di restoran. Ketika makan, kamu tentu harus melepas masker. Jadi, pilihlah tempat makan dengan ventilasi yang baik agar ada pertukaran udara di tempat tersebut. Ingat, selalu jaga jarak dengan orang lain, termasuk pramusaji, pengunjung lain, dan kasir, ya.

Sewaktu membayar, gunakan metode pembayaran nontunai untuk mencegah kontaminasi. Namun, jika tidak memungkinkan, pastikan untuk langsung mencuci tangan setelah memegang uang ataupun kartu.

2.  Ketika berbelanja online atau memesan makanan online

Sejak pandemi, belanja online makin banyak diminati, karena orang bisa berbelanja dengan mudah tanpa harus keluar rumah. Melalui belanja online, kita bisa membeli makanan, minuman, atau barang yang kita butuhkan meskipun hampir seluruh mall dan pusat perbelanjaan tutup selama PSBB.

Meski begitu, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan, yaitu:

  • Hindari kontak langsung dengan kurir. Bila perlu, kenakan masker saat bertransaksi.
  • Upayakan untuk membayar barang belanjaan dengan secara nontunai untuk meminimalkan interaksi dengan kurir.
  • Sediakan tempat khusus bagi kurir menaruh barang pesananmu, agar kamu tidak perlu bertemu langsung atau bersentuhan dengan kurir ketika menerima barang.
  • Buka bungkus paket di luar rumah dan segera buang bungkusnya di tempat sampah atau semprot bungkus paket dengan disinfektan sebelum membawanya masuk ke dalam rumah.
  • Untuk makanan, jangan menyemprotkan disinfektan ke bungkusnya. Cukup buka dan buang bungkusnya, lalu pindahkan makanan ke piring. Jangan makan makanan langsung dari wadahnya.
  • Setelah membuka kemasan paket barang atau makanan, langsung cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

3.  . Ketika membutuhkan layanan kesehatan

Alih-alih berkonsultasi langsung dengan dokter di rumah sakit, lebih baik gunakan fasilitas telemedicine.

Berkonsultasi secara online lewat aplikasi kesehatan dinilai lebih aman untuk mencegah penularan virus Corona, khususnya bagi orang-orang dengan penyakit yang rentan terkena COVID-19, seperti diabetes atau penyakit jantung.

Kendati kehidupan dengan new normal telah dicanangkan oleh pemerintah, bukan berarti virus Corona telah hilang dan tidak lagi menjadi ancaman. Oleh karena itu, kamu tetap harus memperkuat daya tahan tubuhmu dengan memerhatikan asupan nutrisi dan cairan, serta menerapkan pola hidup sehat, seperti beristirahat yang cukup, rutin berolahraga, mengelola stres dengan baik, serta tidak merokok.

Penting untuk diingat, jangan memaksakan diri untuk keluar rumah bila sedang tidak sehat, apalagi jika kamu mengalami gejala COVID-19, seperti demam, batuk, sesak napas, pilek, atau sakit tenggorokan. Segera lakukan isolasi mandiri. Dengan begitu, kamu juga akan melindungi orang lain dari risiko terpapar virus Corona.


Tugas kelas 8

Silahkan kalian simak video berikut. mengenai new normal. berikan komentar kalian mengenai apa saja yang harus kalian lakukan di masa new normal, lalu screenshot , kirimkan ke MS. TEAMS



Monday, August 16, 2021

#dirumahsaja #stayhealthy #bighugandhwaiting

 

TETAP BERSAHABAT MESKIPUN “SOCIAL DISTANCING”

Social distancing merupakan salah satu langkah pencegahan dan pengendalian infeksi virus Corona dengan menganjurkan orang sehat untuk membatasi kunjungan ke tempat ramai dan kontak langsung dengan orang lain. Ketika menerapkan social distancing, seseorang tidak diperkenankan untuk berjabat tangan serta menjaga jarak setidaknya 1 meter saat berinteraksi dengan orang lain, terutama dengan orang yang sedang sakit atau berisiko tinggi menderita COVID-19.

Minimnya aktivitas di luar rumah akibat social distancing ini menyebabkan gangguan mental seperti kesepian, stress, hingga depresi. Sejatinya bersosialisasi adalah salah satu kebutuhan dasar manusia. Karena adanya interaksi dengan orang lain dapat menimbulkan perasaan aman dan bahagia. Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan supaya tetap bisa bersosialisasi di tengah virus Covid-19. 

1. Telepon dan video call

Jika Anda merasa rindu melihat wajah sahabat atau kerabat bisa memilih opsi video call. Saat ngobrol, jangan hanya membahas tentang wabah Covid-19 saja tetapi cobalah mencari topik yang lebih ringan supaya mampu menyalurkan energi positif yang saat ini dibutuhkan setiap orang. Anda juga bisa menceritakan kejadian-kejadian lucu yang menimbulkan gelak tawa. 

2. Melakukan kegiatan online

Jika biasanya Anda bisa berkumpul bersama teman dengan cara nongkrong di coffee shop atau kedai kopi. Saat wabah Covid-19 ini kegiatan tersebut masih bisa Anda lakukan kok dengan cara online. Nongkrong masih bisa seru-seruan lewat Zoom, Skype, atau Google Hangout. Yang Anda perlukan hanya koneksi internet, aplikasi dan juga secangkir kopi di depan layar laptop masing-masing. Cobalah untuk mencari kegiatan yang lebih kreatif secara online. 

3. Main game online

Dengan kecanggihan developer game dan juga smartphone yang Anda miliki, saat ini game dapat dilakukan secara online bersama teman-teman. Ada banyak game yang memang diciptakan agar dapat digunakan secara team atau berkelompok. Contohnya PUBG, yang saat ini banyak sekali dimainkan oleh para pecinta game di Indonesia. 

4. Olahraga bersama secara virtual

Menjaga kesehatan selama pandemi Covid-19 wajib hukumnya. Salah satu cara menjaga kesehatan selama pandemi Covid-19 ini adalah dengan rutin berolahraga. Sayangnya kegiatan menyehatkan satu ini kerap kali enggan dilakukan banyak orang dengan alasan tidak ada waktu. Selama social distancing yang membuat waktu Anda di rumah lebih panjang tidak ada salahnya melakukan kegiatan olahraga secara virtual bersama teman dengan aplikasi Google Hangout atau Zoom. Anda bisa pilih waktu pagi atau sore hari kemudian memilih jenis olahraga yang ingin dilakukan bersama, misalnya saja zumba, yoga, atau body workout. 

5. Memanfaatkan media sosial

Media sosial bukan hanya dapat digunakan untuk update status atau cek kondisi terkini yang terjadi di lingkungan sekitar. Anda bisa memanfaatkan media sosial sebagai salah satu sarana hiburan. Sebut saja TikTok yang saat ini tengah hits di kalangan masyarakat selama social distancing. TikTok menghadirkan banyak fitur yang dapat membuat Anda jadi lebih kreatif. Misalnya saja, Anda bisa membuat janji dengan tema-teman melalui Whatsapp Group untuk bermain ikut challenge ini bersama, tentukan waktu yang tepat supaya semua semua teman bisa ikut dan challange Anda jadi lebih ramai.


Tugas kelas 9 : silahkan beri komentar kalian mengenai bagaiman kalian tetap menjaga persahabatan saat social distancing masa PPKM ini, jangan lupa screenshot dan kirimkan ke MS. teams

 Sumber : 

http://indonesiabaik.id/infografis/silaturahmi-ala-physical-distancing




#dirumahsaja #stayhealthyandkeepproductive #bighugandhwaiting💪

PROTOKOL KESEHATAN MASA PPKM

 A.  Pengertian PPKM

     PPKM adalah kependekan dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)  darurat bertujuan menurunkan  angka penularan dan kematian pasien korona di Indonesia. Dalam aspek lain, kebijakan ini menjadi bentuk seruan mewujudkan darurat disiplin protokol kesehatan untuk Indonesia sehat.
     Pemerintah menerapkan sejumlah aturan yang cukup ketat, antara lain WFH 100 persen untuk sejumlah sektor yang non esensial, termasuk sekolah yang akan menerapkan pembelajaran online alias pembelajaran jarak jauh.
     Penanganan pandemi turut ditentukan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan. Secara mendasar, setiap individu perlu melakukan pembatasan kegiatan di luar atau menghindari kerumunan, mencuci tangan dengan sabun rutin, dan memakai masker saat beraktivitas.

B.  Protokol Kesehatan Masa PPKM
1.
Covid-19 paling menular pada kondisi tertutup, pertemuan pertemuan panjang (lebih dari 15 menit), interaksi jarak dekat, keramaian, aktivitas dengan bernapas kuat misalnya bernyanyi, berbicara dan tertawa dan tidak memakai masker seperti pada saat makan bersama;
2.Penggunaan masker dengan benar dan konsisten adalah protokol kesehatan paling minimal yang harus diterapkan setiap orang;
3.Mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer secara berulang terutama setelah menyentuh benda yang disentuh orang lain (seperti gagang pintu atau pegangan tangga), menyentuh daerah wajah dengan tangan perlu dihindari;
4. Jenis masker yang lebih baik, akan lebih melindungi (sebagai contoh masker bedah sekali pakai lebih baik dari masker kain, dan masker N95 lebih baik dari masker bedah). Saat ini, penggunaan masker sebanyak 2 (dua) lapis merupakan pilihan yang baik. Masker sebaiknya perlu diganti setelah digunakan (>4 (lebih dari empat) jam);
5. Penerapan protokol kesehatan dilakukan dengan mempertimbangkan faktor ventilasi udara, durasi, dan jarak interaksi, untuk meminimalisir risiko penularan dalam beraktivitas;
6. Pertimbangan jarak dapat diterapkan sebagai berikut: 
1) beraktivitas dari rumah saja, dan berinteraksi hanya dengan orang-orang yang tinggal serumah; 
2) jika harus meninggalkan rumah, maka harus selalu mengupayakan jarak minimal 2 (dua) meter dalam berinteraksi dengan orang lain. Mengurangi/menghindari kontak dengan orang
lain yang tidak tinggal serumah; dan 
3) mensosialisasikan berbagai petunjuk visual di tempat umum terkait pencegahan dan penanganan Covid-19



Sumber:
https://www.kemkes.go.id/article/view/20031600003/Protokol-Kesehatan-COVID-19.html
- Intruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun2021

1.3 KONEKSI ANTAR MATERI (REFLEKSI DAN PEMAHAMAN KETERKAITAN MODUL 1.1, MODUL 1.2 DAN MODUL 1.3)

  Peran pendidik adalah menuntun murid dalam mengembangkan potensi terbaik untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya bai...