nahhh... minggu kemarin kita sudah membahas mengenai dampak positif dari penggunaan gawai/gadget atau yang lebih dikenal dengan HP. Sekarang kita lanjutkan untuk membahsa dampak negatif dari penggunaah gadget/gawai. Ibarat pisau yang memiliki 2 mata yang berbeda, gadget/gawaipun juga sama. memiliki 2 bagian yang berbeda. Tergantung bagaimana kita memanfaatkannya sebaik-baiknya. Nah sebelumnya, minggu kemarin kalian sudah menuliskan beberapa dampak negatif dari penggunaah Gadget/Gawai. Apakah yang kalian sebutkan itu ada pada penjelasan di bawah ini? mari kitaa lihat..
Dampak Negatif Gawai
Selain memberikan
dampak positif, gawai juga memberikan beberapa dampak negatif di dalam dunia
Pendidikan.
1.
Tidak fokus saat belajar
Gawai dapat mengalihkan perhatian
murid-murid saat proses belajar mengajar. Kadang mereka teralihkan perhatiannya
dengan mengecek pesan teks, bermain games, atau hanya sekedar mengecek media
sosial. Tidak jarang murid yang melewatkan beberapa pelajaran yang diberikan karena
terlalu sibuk dengan gawai mereka.
2.
Dapat menyebabkan kecanduan
Gawai dapat membuat
murid-murid kecanduan dan tidak bisa lepas dari telepon pintar mereka. Mulai
dari bangun tidur sampai kembali mau tidur. Gawai menjadi
hal pertama yang mereka cari dan ini membuat satu tren baru, nomophobia, yaitu
ketakutan yang muncul karena seseorang harus berpisah dengan gawai mereka
seperti yang dilansir dari psychologytoday.com.
Ketakutan-ketakutan
tersebut muncul karena sifat candu yang dirasakan oleh para murid.
Kecemasan-kecemasan muncul jika mereka kehilangan gawai, kehabisan baterai atau
tidak ada sinyal yang berdampak kepada proses belajar mereka. Sebuah
penelitian menyebutkan 58% dari laki-laki dan 47% dari perempuan menderita
nomophobia dan 9% diantaranya merasa tertekan jika gawai mereka mati.
2. Kurangnya
interaksi sosial di kehidupan nyata
Dengan munculnya
banyak media sosial, membuat murid-murid memperbaharui apa yang terjadi dengan
kehidupan mereka melalu gawai mereka. Hal ini menyebabkan
interaksi sosial di kehidupan mereka berkurang. Mereka lebih asik berinteraksi
melalui media sosial yang tidak jarang berakibat mengganggu hubungan dengan
teman, keluarga dan juga mengganggu prestasi akademik karena lebih fokus
bermain dengan gawai mereka.
3.
Prestasi Akademik
Menurun
Penggunaan gawai
secara tidak tepat dapat menyebabkan prestasi akademik menurun. Salah satu
penyebabnya karena mereka tidak dapat mengingat atau menangkap informasi yang
diberikan saat proses belajar mengajar karena teralihkan perhatiannya oleh
gawai mereka.
4.
Membuat Kurang
Berempati dengan Lingkungan Sekitar
Untuk orang-orang yang
sudah kecanduan dengan gawai, akan cenderung lebih cuek dan kurang berempati
dengan apa yang terjadi dengan sekitar mereka karena sudah asyik dengan gawai
mereka. Misalnya, disaat ada acara pertemuan dengan keluarga atau teman-teman,
tidak sedikit yang malah asik menunduk dan bermain gawai ketimbang saling
bertukar kabar dan cerita dengan orang-orang yang
ada di sekitar mereka.
5. Meningkatkan level kecemasan
dan depresi
Media sosial menjadi
media berbagi dan biasanya orang-orang membagikan cerita mereka di sana, mulai
dari foto berlibur, kuliner, berita-berita bahagia lainnya. Hal ini dapat
meningkatkan level kecemasan dan depresi bagi orang lain yang tidak memiliki
kesempatan untuk merasakan kebahagiaan seperti yang dibagikan oleh teman-
temannya melalui media sosial.
Dalam penelitian
berjudul Social Media Use and Adolescent Mental Health: Findings From the UK
Millennium Cohort Study yang dikutip
dari sciencedirect.com, disebutkan
jika 50% perempuan lebih beresiko mengalami depresi dalam penggunaan media sosial jika dibandingkan dengan
laki-laki yang berada di angka 35%. Mengapa angka
gejala depresi lebih tinggi pada anak perempuan ketimbang laki-laki? Karena di
usia pubertas, anak perempuan cenderung lebih
sensitif dan lebih memperhatikan
penampilan fisik.
Tidak jarang mereka
akan membandingkan tampilan fisik orang lain yang mereka lihat di media sosial
dengan diri mereka dan hal ini dapat mempengaruhi tingkat stess mereka. Pelecehan
online, cyber bullying di media sosial juga bisa meningkatkan level kecemasan
murid-murid dan dapat membuat mereka stress dan depresi.
6. Risiko
penyalahgunaan gawai
Begitu mudahnya mengakses internet
melalui gawai jika disalahgunakan untuk mengakses situs-situs yang tidak
seharusnya diakses oleh para pelajar. Misalnya digunakan
untuk mengakses pornografi dan tidak sedikit kasus pelajar yang melakukan
perbuatan tidak senonoh akibat kecanduan pornografi yang dapat diakses dengan
mudah melalui gawai mereka.

Sekarang, Sudahkah kalian menggunakan HP dengan baik?
ReplyDeleteSudah
ReplyDeleteSudah
ReplyDeleteSudah
ReplyDeleteKurangi main HP, main HP hanya buat blajar sja, jangan terlalu banyak nge-game, kalo kebanyakan nge-game itu tidak bagus dan bisa merusak mata
ReplyDeleteHapus aplikasi yang tidak terlalu penting , tinggalkan smartphone sebelum tidur
ReplyDelete, Menggunakan secukupnya
Nama : Ulya nadzifia miladina al haq
No absen : 36
Kelas : 7f
kurangi main HP dan jangan terlalu main gemes itu tidak bagus, dan merusak mata
ReplyDeletekurangi main HP dan jangan terlalu main gemes itu tidak bagus, dan merusak mata
ReplyDeletesudah
ReplyDeletesudah
ReplyDeletesudah
ReplyDelete