Friday, February 5, 2021

CERDASMENGGUNAKAN GADGET / GAWAI (lanjutan)


nahhh... minggu kemarin kita sudah membahas mengenai dampak positif dari penggunaan gawai/gadget atau yang lebih dikenal dengan HP. Sekarang kita lanjutkan untuk membahsa dampak negatif dari penggunaah gadget/gawai. Ibarat pisau yang memiliki 2 mata yang berbeda, gadget/gawaipun juga sama. memiliki 2 bagian yang berbeda. Tergantung bagaimana kita memanfaatkannya sebaik-baiknya. Nah sebelumnya, minggu kemarin kalian sudah menuliskan beberapa dampak negatif dari penggunaah Gadget/Gawai. Apakah yang kalian sebutkan itu ada pada penjelasan di bawah ini? mari kitaa lihat.. 

Dampak Negatif Gawai

Selain memberikan dampak positif, gawai juga memberikan beberapa dampak negatif di dalam dunia Pendidikan.

 

1.       Tidak fokus saat belajar

Gawai dapat mengalihkan perhatian murid-murid saat proses belajar mengajar. Kadang mereka teralihkan perhatiannya dengan mengecek pesan teks, bermain games, atau hanya sekedar mengecek media sosial. Tidak jarang murid yang melewatkan beberapa pelajaran yang diberikan karena terlalu sibuk dengan gawai mereka.

2.       Dapat menyebabkan kecanduan

Gawai dapat membuat murid-murid kecanduan dan tidak bisa lepas dari telepon pintar mereka. Mulai dari bangun tidur sampai kembali mau tidur. Gawai menjadi hal pertama yang mereka cari dan ini membuat satu tren baru, nomophobia, yaitu ketakutan yang muncul karena seseorang harus berpisah dengan gawai mereka seperti yang dilansir dari psychologytoday.com.

Ketakutan-ketakutan tersebut muncul karena sifat candu yang dirasakan oleh para murid. Kecemasan-kecemasan muncul jika mereka kehilangan gawai, kehabisan baterai atau tidak ada sinyal yang berdampak kepada proses belajar mereka. Sebuah penelitian menyebutkan 58% dari laki-laki dan 47% dari perempuan menderita nomophobia dan 9% diantaranya merasa tertekan jika gawai mereka mati.


2.       Kurangnya interaksi sosial di kehidupan nyata

Dengan munculnya banyak media sosial, membuat murid-murid memperbaharui apa yang terjadi dengan kehidupan mereka melalu gawai mereka. Hal ini menyebabkan interaksi sosial di kehidupan mereka berkurang. Mereka lebih asik berinteraksi melalui media sosial yang tidak jarang berakibat mengganggu hubungan dengan teman, keluarga dan juga mengganggu prestasi akademik karena lebih fokus bermain dengan gawai mereka.

3.       Prestasi Akademik Menurun

Penggunaan gawai secara tidak tepat dapat menyebabkan prestasi akademik menurun. Salah satu penyebabnya karena mereka tidak dapat mengingat atau menangkap informasi yang diberikan saat proses belajar mengajar karena teralihkan perhatiannya oleh gawai mereka.

4.       Membuat Kurang Berempati dengan Lingkungan Sekitar

Untuk orang-orang yang sudah kecanduan dengan gawai, akan cenderung lebih cuek dan kurang berempati dengan apa yang terjadi dengan sekitar mereka karena sudah asyik dengan gawai mereka. Misalnya, disaat ada acara pertemuan dengan keluarga atau teman-teman, tidak sedikit yang malah asik menunduk dan bermain gawai ketimbang saling bertukar kabar dan cerita dengan orang-orang yang ada di sekitar mereka.

5.       Meningkatkan level kecemasan dan depresi

Media sosial menjadi media berbagi dan biasanya orang-orang membagikan cerita mereka di sana, mulai dari foto berlibur, kuliner, berita-berita bahagia lainnya. Hal ini dapat meningkatkan level kecemasan dan depresi bagi orang lain yang tidak memiliki kesempatan untuk merasakan kebahagiaan seperti yang dibagikan oleh teman- temannya melalui media sosial.

Dalam penelitian berjudul Social Media Use and Adolescent Mental Health: Findings From the UK Millennium Cohort Study yang dikutip dari sciencedirect.com, disebutkan jika 50% perempuan lebih beresiko mengalami depresi dalam penggunaan media sosial jika dibandingkan dengan laki-laki yang berada di angka 35%. Mengapa angka gejala depresi lebih tinggi pada anak perempuan ketimbang laki-laki? Karena di usia pubertas, anak perempuan cenderung lebih sensitif dan lebih  memperhatikan penampilan fisik.

Tidak jarang mereka akan membandingkan tampilan fisik orang lain yang mereka lihat di media sosial dengan diri mereka dan hal ini dapat mempengaruhi tingkat stess mereka. Pelecehan online, cyber bullying di media sosial juga bisa meningkatkan level kecemasan murid-murid dan dapat membuat mereka stress dan depresi.

 

6.       Risiko penyalahgunaan gawai

Begitu mudahnya mengakses internet melalui gawai jika disalahgunakan untuk mengakses situs-situs yang tidak seharusnya diakses oleh para pelajar. Misalnya digunakan untuk mengakses pornografi dan tidak sedikit kasus pelajar yang melakukan perbuatan tidak senonoh akibat kecanduan pornografi yang dapat diakses dengan mudah melalui gawai mereka.

7.       Mengganggu kesehatan

Penggunaan gawai secara berlebihan dapat mengganggu kesehatan penggunanya. Misalnya terganggunya kesehatan mata mereka atau kurangnya waktu tidur mereka karena menggunakan gawai sampai larut malam. Hal ini berpengaruh kepada tingkat konsentrasi murid-murid dalam belajar dan dapat membuat prestasi akademik mereka menurun.

8.       Mengurangi Daya Tangkap dan Daya Ingat

Gawai dapat mengakibatkan daya tangkap otak dan daya iangat pada pelajar menurun. Hal ini disebabkan karena mereka cenderung mengandalkan gawai untuk melakukan berbagai hal seperti merekam percakapan, menggunakan mesin pencariuntuk setiap apapun yang tidak mereka tahu.

Otak tidak dilatih untuk berpikir jika mengandalkan gawai secara terus-menerus dalam proses belajar mereka dan tidak jarang hal ini menyebabkan daya tangkap mereka berkurang.

9.       Tindakan Kecurangan

Mudahnya menggunakan gawai, bisa membuka kesempatan bagi murrid-murid untuk melakukan tindakan kecurangan saat ujian, baik  mencontek dengan mengakses internet atau berbagi  jawaban dengan teman melalui media komunikasi.

Tindakan mencontek bisa terjadi karena murid-murid yang malas  belajar akibat terlalu asik bermain dengan gawai mereka dan membuat mereka malas untuk belajar.

 

Melalui penjelasan di atas, ada banyak dampak positif dan negative pengggunaan gawai dalam dunia pendidikan. Baiknya sebagai pengguna gawai, lebih baik bijak dalam penggunaannya. Terutama bagi para pelajar sehingga dapat meminimalisir dampak negative dari pengguna gawai.

 

 

TIPS  MENJADI PENGGUNA GAWAI YANG CERDAS

Ada beberapa tips di bawah ini agar kita bisa menjadi pengguna gawai yang cerdas, antara lain:

1.  Gunakan apliasi yang menunjang aktivitasmu

2.  Hapus aplikasi yang tidak terlalu penting

3.  Gunakan ketika kamu membutuhkan

4.  Manfaatkanlah pada waktu senggang

5.  Gunakan untuk berbagi

6.  Tinggalkan gawai sebelumtidur

7. Ingatlah bahwa gawai itu hanya alat.


11 comments:

  1. Sekarang, Sudahkah kalian menggunakan HP dengan baik?

    ReplyDelete
  2. Kurangi main HP, main HP hanya buat blajar sja, jangan terlalu banyak nge-game, kalo kebanyakan nge-game itu tidak bagus dan bisa merusak mata

    ReplyDelete
  3. Hapus aplikasi yang tidak terlalu penting , tinggalkan smartphone sebelum tidur
    , Menggunakan secukupnya
    Nama : Ulya nadzifia miladina al haq
    No absen : 36
    Kelas : 7f

    ReplyDelete
  4. kurangi main HP dan jangan terlalu main gemes itu tidak bagus, dan merusak mata

    ReplyDelete
  5. kurangi main HP dan jangan terlalu main gemes itu tidak bagus, dan merusak mata

    ReplyDelete

1.3 KONEKSI ANTAR MATERI (REFLEKSI DAN PEMAHAMAN KETERKAITAN MODUL 1.1, MODUL 1.2 DAN MODUL 1.3)

  Peran pendidik adalah menuntun murid dalam mengembangkan potensi terbaik untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya bai...