Friday, February 26, 2021

Etika Berkomunikasi dengan Guru

 


Di era digital ini, cara paling praktis untuk menghubungi guru atau senior lainnya adalah via sms/whatsApp. Baik itu mau bikin janji temu, mau minta bantuan, minta dituliskan surat referensi atau mau konsultasi, seringkali dimulai dari sms dulu. Terutama di masa pandemic seperti ini. Sms / WhatsApp sangatlah penting untuk memastikan mengenai tugas sekolah. Sehingga sudah dipastikan jika siswa akan lebih sering menghubungi guru/teman/senior melalui SMS/WhatsApp. Jadi penting sekali mengetahui tata krama dan etika seputar SMS/WhatsApp, terutama jika ingin menghubungi guru. Berikut tatacara dan etika mengenai bagaimana cara menghubungi guru:

Friday, February 19, 2021

AKU DAN SMARTPHONE (part 2)

Halo semua..masih ingatkan, minggu lalu kalian sudah tahu apa manfaat dari penggunaan smartphone di kehidupan sehari-hari. Tapi seperti teknologi lain, smartphone juga memiliki dampak lain tergantung bagaimana kita menggunakannya. Nah, minggu ini kita akan membahas dampak negatif smartphone..Yuks simak...

 


AKU DAN SMARTPHONE

 


Sekarang ini hampir semua orang menggunakan smartphone, bahkan dari bangun tidur sampai akan tidur lagi. Apalagi pada masa pandemi ini, banyak aktifitas yang harus dilakukan dari rumah dan penggunaan smartphone dianggap sebagai penunjang dalam melakukan kegiatan-kegiatan tersebut.

Friday, February 12, 2021

STOP BULLYING (Part 2)


Di minggu lalu kita sudah membahas mengenai pengertian dan jenis-jenis perilaku bullying. Sekarang kita akan melanjutkan dengan membahas apa saja dampak negatif bullying dan cara mencegahnya.Yuks mari baca....

Friday, February 5, 2021

STOP BULLYING



 

·     Apa itu Bullying ?

Bullying adalah salah satu bentuk dari perilaku agresi dengan kekuatan dominan pada perilaku yang dilakukan secara berulang-ulang dengan tujuan mengganggu orang lain atau korban yang lebih lemah darinya. Bullying dapat berbentuk tindakan fisik dan verbal yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung.


·      Jenis-Jenis Bullying

Bullying terbagi menjadi empat jenis, yaitu sebagai berikut:

  1. Bullying secara verbal

Perilaku ini dapat berupa julukan nama, celaan, fitnah, kritikankejam, penghinaan, pernyataan-pernyataan yang bernuansa ajakan seksual atau pelecehan seksual, teror, surat-surat yang mengintimidasi, tuduhan-tuduhan yang tidak benar kasak-kusuk yang keji dankeliru, gosip dan sebagainya. Dari ketiga jenis bullying, bullying dalam bentuk verbal adalah salah satujenis yang paling mudah dilakukan dan bullying bentuk verbal akan menjadi awal dari perilaku bullying yang lainnya.

CERDASMENGGUNAKAN GADGET / GAWAI (lanjutan)


nahhh... minggu kemarin kita sudah membahas mengenai dampak positif dari penggunaan gawai/gadget atau yang lebih dikenal dengan HP. Sekarang kita lanjutkan untuk membahsa dampak negatif dari penggunaah gadget/gawai. Ibarat pisau yang memiliki 2 mata yang berbeda, gadget/gawaipun juga sama. memiliki 2 bagian yang berbeda. Tergantung bagaimana kita memanfaatkannya sebaik-baiknya. Nah sebelumnya, minggu kemarin kalian sudah menuliskan beberapa dampak negatif dari penggunaah Gadget/Gawai. Apakah yang kalian sebutkan itu ada pada penjelasan di bawah ini? mari kitaa lihat.. 

Dampak Negatif Gawai

Selain memberikan dampak positif, gawai juga memberikan beberapa dampak negatif di dalam dunia Pendidikan.

 

1.       Tidak fokus saat belajar

Gawai dapat mengalihkan perhatian murid-murid saat proses belajar mengajar. Kadang mereka teralihkan perhatiannya dengan mengecek pesan teks, bermain games, atau hanya sekedar mengecek media sosial. Tidak jarang murid yang melewatkan beberapa pelajaran yang diberikan karena terlalu sibuk dengan gawai mereka.

2.       Dapat menyebabkan kecanduan

Gawai dapat membuat murid-murid kecanduan dan tidak bisa lepas dari telepon pintar mereka. Mulai dari bangun tidur sampai kembali mau tidur. Gawai menjadi hal pertama yang mereka cari dan ini membuat satu tren baru, nomophobia, yaitu ketakutan yang muncul karena seseorang harus berpisah dengan gawai mereka seperti yang dilansir dari psychologytoday.com.

Ketakutan-ketakutan tersebut muncul karena sifat candu yang dirasakan oleh para murid. Kecemasan-kecemasan muncul jika mereka kehilangan gawai, kehabisan baterai atau tidak ada sinyal yang berdampak kepada proses belajar mereka. Sebuah penelitian menyebutkan 58% dari laki-laki dan 47% dari perempuan menderita nomophobia dan 9% diantaranya merasa tertekan jika gawai mereka mati.

1.3 KONEKSI ANTAR MATERI (REFLEKSI DAN PEMAHAMAN KETERKAITAN MODUL 1.1, MODUL 1.2 DAN MODUL 1.3)

  Peran pendidik adalah menuntun murid dalam mengembangkan potensi terbaik untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya bai...