Monday, April 13, 2020

MANAJEMEN STRES PADA REMAJA


            Stress adalah reaksi seseorang baik secara fisik maupun emosional (mental/psikis) apabila ada perubahan dari lingkungan yang mengharuskan seseorang menyesuaikan diri. Remaja bereaksi terhadap stress dengan cara yang berbeda-beda. Meskipun stress dapat membantu menjadi lebih waspada dan antisipasi ketika dibutuhkan, namun dapt menyebabkan gangguan emosional dan fisik. Stress saat pubertas banyak terjadi, apalagi dengan adanya perubahan hubungan dengan teman sebaya, tugas dan aktifitas sekolah yang banyak dan masalah keamanan di lingkungan sekitar mereka (KEMENKES,2019).

Gejala Stres
a.  Gejala fisik
Beberapa bentuk gangguan fisik yang sering muncul pada stres adalah nyeri dada, diare selama beberapa hari, sakit kepala, mual, jantung berdebar, lelah, dan sukar tidur.
b.  Gejala Psikis
Sementara bentuk gangguan psikis yang sering terlihat adalah cepat marah, ingatan melemah, tidak mampu berkonsentrasi, tidak mampu menyelesaikan tugas, reaksi berlebihan terhadap hal sepele, daya kemampuan berkurang, tidak mampu santai pada saat yang tepat, tidak tahan terhadap suara atau gangguan lain, dan emosi tidak terkendali.

Cara Mengatasi Stress
1.  Relaksasi
Relaksasi atau berlatih untuk mengatur pernafasan yang dapat dilakukan dengan cara melemaskan otot syarat seperti meditasi, yoga, latihan pelemasan, pijat, sambil mendengarkan iringan musik lembut dan tenang
2.  Olahraga
Olahraga secara teratur dapat menurunkan stress dan meningkatkan kepercayaan diri, seperti berjalan-jalan santai sekitar 20-30 menit
3.  Cerdas Mengatur Ambang Keinginan dan Rencana
Cita-cita dan harapan bahkan dapat menjadi daya hidup yang mengagumkan tetapi seringkali stress muncul akibat ketidakmampuan menerima kenyataan yang berbeda dengan keinginan dan harapan.
4.  Manajemen Waktu
Waktu yang selalu terasa sempit, juga bisa menyebabkan stress, tetapi manajemen waktu juga bisa dikelola seperti membuat jadwal yang akan dilakukan, kerjakan tugas sesuai dengan waktunya, membuat jadwal waktu untuk beristirahat dan bersantai.
5.  Positive Thinking
Pikiran-pikiran negatif yang seringkali muncul dapat menyebabkan stres, cemas maupun depresi obsesif. Cara untuk tetap berpikir positif misalnya meyakinkan diri sendiri untuk tetap berpikir positif. Selalu mengambil hikmah dari setiap kejadian karena sesuatu yang seseorang pikirkan akan berhubungan langsung pada perasaan atau suasana hatinya dan pada gilirannya juga mempengaruhi kinerja dan produktifitasnya.
6.  Mencari Dukungan Sekitar
Berbicara tentang suatu persoalan, mengekspresikan perasaan pada saat merasa kecewa dapat membantu menenangkan pikiran, maka dari itu mulailah mencari teman dekat, saudara, atau keluarga yang dapat dipercaya untuk mendengarkan cerita dari kita.
7.  Mendengarkan Musik
Mencari lagu kesukaan dan bisa mendengarkannya sambil tiduran. Lupakan semua masalah yang sedang dialami dan lebih fokus pada musiknya. Musik bisa membantu otak menjadi lebih rileks. Selain mendengarkan musik bisa juga bermain musik seperti bermain gitar untuk mengatasi stress.

Nah, sekarang musim COVID-19, Siswa belajar dari rumah dan tentu saja siswa mengalami stres dalam menghadapi kondisi tersebut. Bagaimana solusi kalian!! tulis dalam kolom komentar!!

1.3 KONEKSI ANTAR MATERI (REFLEKSI DAN PEMAHAMAN KETERKAITAN MODUL 1.1, MODUL 1.2 DAN MODUL 1.3)

  Peran pendidik adalah menuntun murid dalam mengembangkan potensi terbaik untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya bai...